MITRAPOL.com, Bireuen – Kementerian Pekerjaan Umum bergerak cepat menangani kerusakan jembatan darurat di Gampong Salah Sirong, Kabupaten Bireuen, menyusul banjir akibat luapan Sungai Peusangan pada 17 Februari 2026.
Banjir yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan ketinggian air sungai meningkat hingga sekitar 3–4 meter. Kondisi tersebut mengakibatkan dua pondasi pilar jembatan darurat tersapu arus.
Menteri PU Dody Hanggodo memastikan pemerintah akan segera menindaklanjuti dengan pembangunan Jembatan Armco yang dinilai lebih kuat dan cepat dalam proses pemasangan.
Ia menyampaikan material jembatan akan didatangkan dari Jakarta dan dimobilisasi ke lokasi untuk segera dilakukan pembangunan dalam waktu dekat.
Sebelumnya, jembatan di wilayah tersebut juga sempat terdampak banjir bandang pada November 2025. Pada Januari 2026, Menteri PU telah meninjau langsung lokasi dan menginstruksikan pembangunan jembatan darurat guna menjaga konektivitas masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh Direktorat Jenderal Bina Marga membangun jembatan darurat sepanjang sekitar 180 meter menggunakan konstruksi box container berisi material sirtu dan batu boulder sebagai pondasi, serta struktur kayu batang kelapa sepanjang 6 meter.
Jembatan darurat tersebut sempat dimanfaatkan masyarakat untuk menghubungkan wilayah permukiman antar desa. Namun, hujan ekstrem kembali terjadi pada 17 Februari 2026 sehingga debit sungai meningkat signifikan dan menggerus dua pondasi pilar jembatan darurat.
Saat ini, Kementerian PU telah melakukan penanganan cepat dengan memasang pembatas pengamanan, menurunkan alat berat, serta menyiapkan pembangunan jembatan darurat pengganti menggunakan konstruksi Armco sebanyak 10 unit dengan total bentang sekitar 80 meter.
Jembatan Armco dipilih karena memiliki struktur baja bergelombang yang bersifat modular, kokoh, dan dapat dipasang dalam waktu relatif singkat.
Selain penanganan darurat, Kementerian PU juga menyiapkan desain jembatan rangka permanen sebagai solusi jangka panjang dengan mempertimbangkan elevasi muka air banjir serta karakteristik hidrologi sungai agar lebih adaptif terhadap potensi banjir ekstrem.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PU juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat Bireuen, sekaligus menegaskan komitmen negara untuk hadir membantu masyarakat terdampak bencana.
Kementerian PU menegaskan bahwa menjaga konektivitas wilayah merupakan prioritas utama, terutama di daerah rawan bencana, agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tetap berjalan.












