Nasional

Tinjau Dampak Erupsi Gunung Semeru, Menteri PU Perintahkan Cek Struktur Jembatan Vital Lumajang–Malang

Admin
×

Tinjau Dampak Erupsi Gunung Semeru, Menteri PU Perintahkan Cek Struktur Jembatan Vital Lumajang–Malang

Sebarkan artikel ini
Menteri PU Perintahkan Cek Struktur Jembatan Vital Lumajang–Malang
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo,

MITRAPOL.com, Lumajang – Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau langsung infrastruktur yang terdampak erupsi Gunung Semeru di wilayah Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (21/2/2026).

Peninjauan difokuskan pada Jembatan Besuk Kobokan guna memastikan konektivitas jalur nasional menuju Malang tetap aman dan berfungsi optimal menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Jembatan sepanjang 129 meter tersebut merupakan akses vital penghubung Lumajang–Malang. Infrastruktur ini sempat terdampak material abu vulkanik, namun telah dibersihkan oleh BBPJN Jawa Timur–Bali sehingga tetap dapat difungsikan.

Dalam kunjungannya, Menteri Dody menginstruksikan dilakukannya pemeriksaan teknis menyeluruh terhadap struktur jembatan, termasuk evaluasi terhadap material baja yang kemungkinan terpapar suhu tinggi akibat material vulkanik.

“Secara visual masih baik dan fungsional. Namun harus dilakukan pengecekan teknis komprehensif untuk memastikan kekuatan struktur tetap aman,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari mitigasi risiko menghadapi potensi erupsi susulan dalam beberapa waktu ke depan.

Berdasarkan data hingga 20 Februari 2026 atau H+19 pascakejadian, proses pemulihan infrastruktur jalan telah menunjukkan progres signifikan.

Pembukaan lubang pelimpah KD Gondoruso dan galian alur pada segmen jalan pelintas telah mencapai 100 persen. Selain itu, dilakukan pemasangan bronjong serta perbaikan sementara akses jalan yang sebelumnya sempat terputus, dengan dukungan alat berat dan personel lapangan.

Dari sisi sumber daya air, penanganan dilakukan oleh BBWS Brantas bersama instansi sumber daya air daerah.

Banjir lahar pada 30 Januari 2026 diketahui menyebabkan tanggul hulu kanan terdampak sepanjang 130 meter, memutus akses desa, serta merusak sekitar empat hektare lahan pertanian warga.

BBWS Brantas telah melakukan pembukaan lubang pelimpah yang tertutup material erupsi serta perbaikan tanggul menggunakan bronjong sepanjang sekitar 185 meter. Progres perbaikan tanggul hulu kanan saat ini mencapai sekitar 65 persen.

Selain penanganan darurat, Kementerian Pekerjaan Umum juga memulai pembangunan dua dam pengendali lahar sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana jangka menengah di kawasan Semeru.

Menurut Menteri Dody, pembangunan dam baru dalam beberapa kondisi dinilai lebih efektif dibanding rehabilitasi struktur lama yang rusak berat.

Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga fungsi infrastruktur strategis sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap bencana, guna memastikan keselamatan masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi, termasuk mobilitas masyarakat selama musim mudik.