Nusantara

Tol Japek II Selatan Seksi 3–6 Dibuka Fungsional Saat Arus Balik Lebaran 2026, Proyek Dikebut Kejar Target

Admin
×

Tol Japek II Selatan Seksi 3–6 Dibuka Fungsional Saat Arus Balik Lebaran 2026, Proyek Dikebut Kejar Target

Sebarkan artikel ini
Tol Japek II Selatan Seksi 3–6 Dibuka Fungsional Saat Arus Balik Lebaran
Tol Japek II Selatan

MITRAPOL.com, Bekasi Raya – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menyiapkan sejumlah ruas jalan tol baru yang akan difungsikan secara sementara tanpa tarif untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 2026.

Salah satu ruas tol yang akan dibuka secara fungsional adalah Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan Seksi 3 hingga Seksi 6 dengan panjang sekitar 52 kilometer yang berada di wilayah Jawa Barat.

Pengoperasian fungsional ruas tol tersebut direncanakan untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan saat arus balik Lebaran 2026 sekaligus memberikan alternatif jalur bagi pengguna jalan tol.

Sejumlah fasilitas penunjang operasional jalan tol saat ini juga tengah dipercepat penyelesaiannya. Salah satunya adalah jembatan overpass Jalan Raya Kertarahayu–Setu, Kabupaten Bekasi, yang telah dibuka untuk umum dan mulai dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Keberadaan overpass tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut, terutama menjelang periode mudik dan arus balik Lebaran.

Humas Subkontraktor PT Lia Pijer Energi (LPE), Ginda Sitorus, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjaga kepercayaan dalam pelaksanaan pekerjaan di proyek Tol Japek II Selatan dengan mengutamakan profesionalisme kerja serta pencapaian target progres pembangunan.

“Bagi kami, keterlibatan dalam proyek Tol Japek II Selatan merupakan tanggung jawab besar. Kami berupaya menjaga kepercayaan yang diberikan dengan memastikan setiap pekerjaan berjalan profesional agar target progres dapat tercapai secara optimal,” ujar Ginda, Senin (9/3/2026).

Ia juga berharap persoalan yang masih dihadapi sejumlah warga terkait lahan yang terdampak proyek jalan tol dapat segera menemukan solusi.

Menurutnya, beberapa warga di Desa Kertarahayu dan sejumlah wilayah lain di Bekasi masih menunggu proses penyelesaian pembayaran lahan yang digunakan untuk pembangunan jalan tol.

“Kami berharap setelah adanya aspirasi dari masyarakat, pihak terkait seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dapat memberikan perhatian khusus agar proses pembayaran lahan dapat segera diselesaikan sesuai hak masyarakat,” katanya.

Pemerintah sendiri menargetkan keberadaan Tol Japek II Selatan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama Jakarta–Cikampek yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan saat musim mudik dan arus balik Lebaran.