Nusantara

Diduga Lalai, Proyek Pengaspalan di Palembang Picu Kecelakaan, Ibu dan Anak Jadi Korban

Admin
×

Diduga Lalai, Proyek Pengaspalan di Palembang Picu Kecelakaan, Ibu dan Anak Jadi Korban

Sebarkan artikel ini
Proyek Pengaspalan di Palembang Picu Kecelakaan
Gambar Ilustrasi Kecelakaan

MITRAPOL.com, Palembang – Kecelakaan lalu lintas terjadi di lokasi proyek pengaspalan Jalan Husni Basri, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang. Seorang ibu bersama dua anaknya mengalami luka-luka setelah sepeda motor yang mereka kendarai  tergelincir diduga akibat kondisi jalan yang minim penerangan dan pengamanan. Jumat (3/4).

Peristiwa tersebut dialami oleh seorang warga berinisial ND pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, ND baru pulang dari warung menuju rumahnya dengan mengendarai sepeda motor, membonceng dua anaknya.

Menurut keterangan ND, dirinya sudah mengetahui adanya perbaikan jalan sehingga berkendara dengan hati-hati dan tidak dalam kecepatan tinggi. Namun, kondisi di lokasi proyek disebut gelap dan tidak terdapat petugas yang mengatur lalu lintas.

“Jalan gelap dan tidak ada yang mengatur. Saya tidak tahu kalau bagian kiri sudah disiram aspal cair, akhirnya motor saya tergelincir,” ujar ND saat dikonfirmasi.

Akibat kejadian tersebut, ND mengalami luka pada bagian tangan dan lutut, serta mengaku kesulitan berjalan. Salah satu anaknya berinisial A juga mengalami luka di tangan kanan dan lutut, sementara anak lainnya tidak mengalami luka.

Suami korban, berinisial IH, menyampaikan kekecewaannya atas insiden tersebut. Ia mengaku khawatir terhadap kondisi istrinya yang diduga mengalami cedera serius pada bagian kaki, meskipun belum mendapatkan pemeriksaan medis lanjutan.

“Baru diobati luka luar di klinik. Untuk kondisi kaki istri saya belum diperiksa karena kejadian sudah larut malam,” ungkap IH.

IH juga menyayangkan santunan yang diberikan pihak proyek dinilai tidak sebanding dengan kerugian yang dialami. Menurutnya, pihak keluarga hanya menerima bantuan sebesar Rp600 ribu, yang terdiri dari biaya pengobatan dan santunan.

Sementara itu, warga sekitar berinisial F membenarkan kondisi di lokasi proyek. Ia menyebut penyiraman aspal cair dilakukan cukup panjang, sementara proses penghamparan aspal belum dilakukan, serta tidak adanya pengamanan yang memadai.

“Selain gelap, tidak ada petugas di lapangan. Itu sangat berbahaya bagi pengendara,” ujar F.

Di sisi lain, perwakilan pihak proyek yang disebut sebagai mandor berinisial PB menyatakan kesediaannya membantu biaya pengobatan korban. Namun, ia menegaskan bantuan tersebut bersifat pribadi dan memiliki keterbatasan.

“Saya bantu semampu saya, tapi ini uang pribadi. Saya juga punya atasan,” kata PB.

Berdasarkan data yang dihimpun, proyek pengaspalan tersebut dikerjakan oleh kontraktor CV Berdikari Jalan, dengan nilai pagu anggaran sekitar Rp1,5 miliar. Proyek ini berada di bawah Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang.

Namun, di lapangan ditemukan dugaan ketidaksesuaian, seperti tidak adanya papan informasi proyek sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Selain itu, terdapat perbedaan keterangan terkait nilai anggaran dari pihak pengawas lapangan, yang menyebut angka sekitar Rp1,1 miliar.

Warga meminta pihak terkait, termasuk Dinas PUPR Kota Palembang, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna memastikan standar keselamatan kerja dan transparansi proyek berjalan sesuai ketentuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *