MITRAPOL.com, Wonogiri – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan kesiapan pasokan air dari Waduk Gajah Mungkur untuk menghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan lebih panjang.
Hal tersebut disampaikan menyusul prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang menyebutkan musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung hingga Desember 2026.
“Waduk ini harus tetap mampu menyuplai kebutuhan air, terutama untuk irigasi pertanian. Insyaallah aman, kami telah menyiapkan berbagai langkah agar kebutuhan air tetap terpenuhi hingga musim kemarau berakhir,” ujar Menteri Dody.
Saat ini, Waduk Gajah Mungkur dimanfaatkan untuk mengairi sekitar 25.000 hektare lahan pertanian melalui jaringan irigasi Colo Barat dan Colo Timur. Volume air yang tersedia mencapai sekitar 340 juta meter kubik, dengan tampungan efektif sekitar 260 juta meter kubik.
Untuk menjaga keberlanjutan fungsi waduk, Kementerian PU melakukan berbagai langkah pengendalian sedimentasi guna memperpanjang usia layanan bendungan. Salah satunya dengan mengoperasikan empat kapal keruk untuk mengurangi endapan di dalam waduk.
“Pengerukan dilakukan secara rutin. Selain itu, kami juga memasang sistem seperti closure dike untuk menahan sedimen sebelum masuk ke waduk,” jelasnya.
Saat ini, telah dibangun tiga unit closure dike yang berfungsi menahan sedimen dari aliran Sungai Keduang sebelum masuk ke waduk, sehingga dapat menekan laju pendangkalan.
Selain itu, upaya konservasi dilakukan di wilayah hulu melalui penanaman pohon oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bersama masyarakat guna memperbaiki kondisi daerah tangkapan air.
“Hulu yang rusak menjadi salah satu penyebab utama sedimentasi. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk melakukan penghijauan agar air yang masuk ke waduk lebih optimal dibandingkan sedimen,” tuturnya.
Sebagai langkah antisipatif tambahan, pemerintah juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan serta memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Pertanian untuk menjaga produktivitas pertanian nasional.
Melalui pengelolaan waduk yang terpadu, Kementerian PU optimistis Waduk Gajah Mungkur tetap andal dalam mendukung ketahanan pangan dan ketersediaan air nasional di tengah ancaman kemarau panjang dan perubahan iklim.












