MITRAPOL.com, Jakarta — PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo mencatat capaian pemulihan aset negara seluas 223,05 hektare hingga Maret 2026. Lahan tersebut sebelumnya dikuasai pihak ketiga secara ilegal dan berhasil dikembalikan melalui pendekatan persuasif tanpa menimbulkan konflik terbuka.
Perusahaan menegaskan, penyelesaian sengketa lahan tidak selalu harus ditempuh melalui langkah represif. Sebaliknya, pendekatan dialog, mediasi, dan komunikasi intensif dinilai lebih efektif dalam mencapai kesepakatan yang berkelanjutan.
Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bahwa proses pemulihan aset dilakukan dengan tetap menjunjung prinsip kemanusiaan dan stabilitas sosial.
“Kami mengedepankan komunikasi dan pemahaman bersama agar solusi yang dihasilkan dapat diterima semua pihak tanpa konflik,” ujarnya di Jakarta, Ahad (12/4/2026).
Menurutnya, perusahaan tetap menjadikan jalur hukum sebagai dasar utama, namun mengutamakan dialog sebagai langkah awal dalam setiap penyelesaian sengketa.
Proses pemulihan dilakukan melalui tahapan identifikasi legalitas lahan, sosialisasi kepada pihak yang menguasai, hingga negosiasi berbasis solusi. Dalam sejumlah kasus, pendekatan persuasif justru mempercepat pengembalian aset tanpa harus melalui proses hukum yang panjang.
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PalmCo, Hilda Savitri, menyebut pendekatan tersebut berdampak positif terhadap operasional perusahaan.
“Proses yang kondusif memungkinkan optimalisasi lahan lebih cepat, sehingga berdampak pada produktivitas dan kepastian bagi pemangku kepentingan,” jelasnya.
Perusahaan juga memastikan seluruh proses tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku. Pendekatan humanis disebut bukan berarti mengurangi ketegasan, melainkan strategi untuk mencapai hasil yang lebih efektif dan minim risiko konflik.
Dengan melibatkan masyarakat serta aparat setempat, proses pemulihan aset dapat berjalan lebih transparan dan diterima oleh berbagai pihak.
Keberhasilan ini dinilai menjadi contoh bahwa pendekatan non-konfrontatif mampu mengamankan aset negara sekaligus menjaga hubungan sosial di wilayah operasional.
Ke depan, PalmCo menyatakan akan terus mengedepankan kombinasi kepastian hukum dan pendekatan humanis dalam menyelesaikan sengketa lahan di sektor perkebunan.












