Scroll untuk baca artikel
Nusantara

Wamen Komdigi Nezar Patria Dorong Aceh Bangun Ekonomi Digital Berbasis Talenta dan Inovasi

Admin
×

Wamen Komdigi Nezar Patria Dorong Aceh Bangun Ekonomi Digital Berbasis Talenta dan Inovasi

Sebarkan artikel ini
Wamen Komdigi Nezar Patria Dorong Aceh Bangun Ekonomi Digital Berbasis Talenta dan Inovasi
Wamen Komdigi Nezar Patria Dorong Aceh Bangun Ekonomi Digital Berbasis Talenta dan Inovasi

MITRAPOL.com, | Banda Aceh – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria mendorong Aceh memperkuat transformasi digital dengan mengembangkan talenta, teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan kreativitas sebagai fondasi ekonomi masa depan.

Gagasan tersebut disampaikan Nezar dalam forum “Halaman Jeda” di Banda Aceh, Minggu malam, yang mempertemukan unsur pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan generasi muda untuk membahas arah pembangunan Aceh di tengah perubahan teknologi dan ekonomi global.

Menurut Nezar, Aceh memiliki sejarah panjang sebagai wilayah strategis dalam perdagangan kawasan, terutama karena posisinya yang berada di jalur Selat Malaka. Namun, menurutnya, kekuatan ekonomi pada era digital tidak lagi hanya ditentukan oleh posisi geografis dan sumber daya fisik.

Arus data, penguasaan teknologi, inovasi, serta kemampuan sumber daya manusia menciptakan produk dan layanan bernilai tambah kini menjadi faktor penting dalam persaingan ekonomi.

“Pertanyaan bagi Aceh hari ini bukan lagi sekadar apa yang kita miliki, melainkan apa yang mampu kita ciptakan,” ujar Nezar dalam forum tersebut.

Ia menilai Aceh memiliki peluang mengembangkan ekonomi berbasis pengetahuan dengan memanfaatkan kekuatan perguruan tinggi, kebijakan pemerintah, akses pasar dunia usaha, serta kreativitas generasi muda.

Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar transformasi digital tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi, tetapi mampu menghasilkan inovasi, lapangan kerja, dan produk bernilai tambah bagi masyarakat Aceh.

Forum Halaman Jeda turut dihadiri akademisi dari Universitas Syiah Kuala (USK) dan Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA), pelaku usaha, organisasi transportasi, alumni perguruan tinggi, serta perwakilan mahasiswa dan generasi muda.

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog mengenai peluang Aceh menghadapi perubahan global melalui teknologi digital dan kecerdasan buatan, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia.

Nezar menekankan pentingnya menempatkan talenta dan kreativitas masyarakat sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah. Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi lintas sektor, Aceh dinilai memiliki peluang untuk bergerak dari ketergantungan pada komoditas mentah menuju ekonomi yang menghasilkan nilai tambah melalui pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Forum tersebut diharapkan menjadi awal dari pembahasan yang lebih luas mengenai strategi pembangunan Aceh di era digital dengan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan generasi muda secara berkelanjutan