Scroll untuk baca artikel
Nasional

Gunung Sinabung Siaga, 28 Sabo Dam Disiapkan Hadapi Lahar

Madalin
×

Gunung Sinabung Siaga, 28 Sabo Dam Disiapkan Hadapi Lahar

Sebarkan artikel ini
Kementerian PU memeriksa Sabo Dam untuk antisipasi lahar dingin Gunung Sinabung.
Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Sumatera II Medan melakukan pemeriksaan Sabo Dam di kawasan Gunung Sinabung sebagai langkah mitigasi potensi aliran lahar dingin.

MITRAPOL.com, Jakarta – Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang berada pada Level III atau Siaga, membuat kesiapan infrastruktur pengendali bencana menjadi perhatian penting.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan sejumlah Sabo Dam di kawasan Gunung Sinabung tetap berfungsi optimal untuk mengantisipasi potensi aliran lahar dingin.

Pemeriksaan infrastruktur tersebut dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan.

Langkah ini bertujuan memastikan bangunan pengendali sedimen dan material vulkanik dapat menjalankan fungsinya ketika terjadi hujan yang berpotensi membawa endapan erupsi ke wilayah hilir.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan kesiapan infrastruktur menjadi salah satu unsur penting dalam menghadapi kondisi kebencanaan.

Menurutnya, respons cepat diperlukan agar akses masyarakat tetap dapat digunakan apabila terjadi bencana.

“Begitu terjadi bencana, kita harus segera bergerak di lapangan. Yang utama adalah memastikan akses masyarakat tetap terlayani. Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait agar penanganan berjalan cepat,” kata Menteri Dody.

Pemeriksaan Sabo Dam dilakukan untuk mengevaluasi kondisi bangunan pengendali sedimen sekaligus memastikan kapasitas dan fungsi infrastrukturnya tetap mendukung mitigasi bencana di kawasan Gunung Sinabung.

Material vulkanik hasil erupsi yang mengendap di lereng dan alur sungai dapat terbawa air hujan. Kondisi tersebut berpotensi memicu aliran debris atau banjir lahar dingin.

Material yang terbawa dapat berupa pasir, kerikil hingga batu berukuran besar. Jika tidak dikendalikan, material tersebut berpotensi mengganggu aliran sungai dan berdampak pada permukiman, lahan pertanian maupun infrastruktur yang berada di kawasan hilir.

Sabo Dam memiliki fungsi untuk menahan dan mengendalikan material sedimen tersebut sebelum mencapai wilayah yang lebih rendah.

Bangunan ini juga membantu mengarahkan aliran sekaligus menampung material vulkanik yang terbawa arus sungai.

Infrastruktur pengendali sedimen di kawasan Gunung Sinabung dibangun secara bertahap sejak 2016 hingga selesai pada 2019.

Secara keseluruhan terdapat 28 bangunan Sabo Dam yang tersebar di empat aliran sungai, yakni Sungai Lau Borus, Lau Perita, Lau Perbaji, dan Lau Bekerah.

Keberadaan bangunan tersebut menjadi bagian dari sistem mitigasi untuk mengurangi risiko material vulkanik yang dapat terbawa menuju kawasan hilir.

Dengan meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung, pengecekan terhadap kondisi infrastruktur menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan perubahan kondisi di lapangan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Kementerian PU menempatkan kesiapan personel, infrastruktur dan koordinasi lintas instansi sebagai bagian dari upaya menghadapi kondisi darurat.

Pemeriksaan Sabo Dam juga dilakukan untuk memastikan infrastruktur tetap siap digunakan ketika diperlukan.

Selain pengendalian material vulkanik, keberlanjutan akses masyarakat menjadi salah satu aspek yang perlu dijaga ketika terjadi bencana.

Kementerian PU melalui BBWS Sumatera II Medan akan terus melakukan pemantauan terhadap infrastruktur sumber daya air di kawasan tersebut.

Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait juga diperlukan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat.

Kesiapsiagaan ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh material erupsi Gunung Sinabung, khususnya terhadap masyarakat dan infrastruktur di sepanjang daerah aliran sungai.