MITRAPOL.com, Makassar – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan air bersih untuk masyarakat sekaligus mendukung pengairan lahan pertanian yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Penanganan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait kesiapsiagaan pemerintah menghadapi El Nino dan kekeringan. Presiden Prabowo sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah telah mempersiapkan langkah menghadapi potensi El Nino.
“Saya sudah cek semua persiapan kita cukup bagus. Kita siap hadapi El Nino,” kata Prabowo dalam Wawancara Eksklusif Jilid III.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan kekeringan dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah serta instansi terkait.
“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Dody.
Penanganan dilakukan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang dan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Selatan.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan di Kota Makassar, BPBPK Sulawesi Selatan bekerja sama dengan BPBD Kota Makassar menyalurkan air di Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, dan Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo.
Sebanyak 10.000 liter air bersih disalurkan menggunakan satu unit Mobil Tangki Air (MTA) berkapasitas 5.000 liter. Air tersebut bersumber dari PDAM Kota Makassar.
Distribusi air di Kelurahan Kapasa diperuntukkan bagi sekitar 400 jiwa, sedangkan di Kelurahan Rappokalling menyasar 230 kepala keluarga atau sekitar 815 jiwa.
Selain memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Kementerian PU juga melakukan penanganan kekeringan pada lahan pertanian di Kabupaten Jeneponto.
BBWS Pompengan Jeneberang bersama Dinas PU Kabupaten Jeneponto mendistribusikan air ke lahan sawah di Desa Kayuloe dan Empoang Utara, Kecamatan Turatea.
Distribusi dilakukan menggunakan tiga unit pompa dengan total kapa-sitas 54 liter per detik untuk mengairi lahan sawah seluas sekitar 45 hektare.
Ketiga pompa tersebut masing-masing memiliki kapasitas 15 liter per detik, 35 liter per detik, dan 4 liter per detik. Salah satu pompa berka-pasitas 4 liter per detik dioperasikan menggunakan tenaga solar cell.
Dukungan tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian yang terdampak kekeringan.
Sementara itu, di Kabupaten Pinrang, BBWS Pompengan Jeneberang melakukan pengangkatan dan penataan sedimen pada Saluran Induk/Pembuang Pekabata.
Kegiatan tersebut menggunakan satu unit excavator PC 200 untuk memperlancar aliran air pada saluran induk dan pembuang irigasi sepanjang kurang lebih 2 kilometer.
Saluran tersebut melayani area pertanian sekitar 5.412 hektare.
Kementerian PU menyatakan penanganan kekeringan di Sulawesi Se-latan merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan air bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian.
Penanganan dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan dengan mengoptimalkan sarana dan prasarana yang tersedia serta memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah.
Kementerian PU juga akan terus memantau kondisi kekeringan di berbagai wilayah dan menyesuaikan dukungan berdasarkan kebutuhan masyarakat serta lahan pertanian yang terdampak.












