MITRAPOL.com, Serang – Pemerintah Kabupaten Serang mendorong penguatan kebersihan kawasan pesisir sebagai bagian dari upaya men-dukung pemulihan pariwisata di kawasan Anyer-Cinangka.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Beach Cleaning bertema “Bersihkan Pantai, Jaga Lingkungan dan Dukung Pariwisata Berkelanjutan” yang dijadwalkan berlangsung Jumat (25/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ajakan kepada masyarakat, pelaku usaha pariwisata, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga kebersihan kawasan pesisir.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan pengembangan pariwisata tidak hanya berkaitan dengan kegiatan untuk menarik wisatawan, tetapi juga perlu didukung kebersihan, keamanan, dan kenyamanan kawasan wisata.
Menurutnya, kawasan Anyer dan Cinangka memiliki potensi wisata ba-hari yang perlu dijaga secara bersama-sama agar dapat terus berkembang.
“Harapannya dengan semakin menurunnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, okupansi perhotelan di kawasan wisata Pantai Anyer dan Cinangka juga bisa kembali menggeliat,” ujar Ratu Rachmatuza-kiyah dalam keterangan Pemkab Serang, Rabu (23/9/2026).
Ratu mengatakan pemulihan aktivitas pariwisata membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah daerah, menurutnya, tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keberlangsungan kawasan wisata.
Karena itu, kegiatan Beach Cleaning diarahkan tidak hanya sebagai kegiatan kebersihan, tetapi juga sebagai sarana membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga lingkungan pesisir.
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas turut hadir dalam agen-da pemerintah daerah yang berkaitan dengan pembahasan pemulihan kawasan wisata Anyer-Cinangka.
Pemerintah Kabupaten Serang juga mendorong keterlibatan masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan unsur lintas sektor dalam mendukung aktivitas pariwisata di kawasan tersebut.
Advokat sekaligus akademisi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Cecep Azhar, menilai gerakan membersihkan pantai perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif dalam men-jaga lingkungan pesisir.
Menurut Cecep, kebersihan pantai tidak hanya berkaitan dengan estetika dan kenyamanan wisatawan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan lingkungan serta kepentingan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.
“Menjaga kebersihan pantai seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ini harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, wisatawan, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab untuk menjaga kawa-san pesisir agar tetap bersih, sehat, aman, dan memiliki daya tarik wisata,” ujar Cecep.
Ia menambahkan, pengelolaan kawasan wisata perlu memperhatikan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, lingkungan, dan masyarakat sekitar.
“Pariwisata yang maju bukan hanya ditandai dengan meningkatnya jumlah kunjungan, tetapi juga bagaimana lingkungan tetap terjaga dan masyarakat di sekitar kawasan wisata memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan. Karena itu, edukasi, pengawasan, dan partisipasi masyarakat harus berjalan secara beriringan,” katanya.
Cecep juga menilai kegiatan Beach Cleaning dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan komunitas lingkungan.
“Anyer dan Cinangka memiliki potensi yang sangat besar. Potensi ter-sebut harus dirawat bersama. Ketika lingkungan pantai bersih dan terjaga, citra destinasi wisata juga akan semakin baik. Pada akhirnya, hal itu dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Kawasan Anyer-Cinangka merupakan salah satu kawasan wisata bahari di Kabupaten Serang dengan sejumlah destinasi pantai dan fasilitas wisata.
Namun, pengembangan pariwisata juga perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan pesisir agar tetap nyaman bagi masyarakat dan wisatawan.
Kepala Disporapar Kabupaten Serang Anas Dwisatya Prasadya sebe-lumnya menyampaikan bahwa kegiatan Cleaning Beach menjadi salah satu agenda yang disiapkan untuk mendukung promosi dan pemulihan pariwisata Anyer-Cinangka.
Pemkab Serang juga mengaitkan pemulihan pariwisata dengan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan laporan Badan Geologi, status Gunung Anak Krakatau di-turunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) sejak 21 September 2026 pukul 18.30 WIB setelah aktivitas vulkanik menunjukkan kecenderungan menurun hingga 20 September.
Meski status aktivitas turun, Badan Geologi tetap menetapkan rekomendasi keselamatan. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pen-daki tidak diperbolehkan memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau serta diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lontaran batu pijar dan hujan abu lebat.
Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam upaya pemulihan aktivitas wisata di kawasan pesisir Banten, khu-susnya Anyer dan Cinangka.
Kegiatan Beach Cleaning dijadwalkan berlangsung Jumat, 25 September 2026, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Serang mengajak berbagai elemen untuk menjadikan kebersihan kawasan pantai sebagai bagian dari kebiasaan dan tanggung jawab bersama, bukan hanya kegiatan sesaat.
Upaya menjaga kebersihan lingkungan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pemulihan aktivitas pariwisata dan penguatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Anyer-Cinangka.
Dengan kolaborasi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, wisatawan, dan komunitas, kawasan wisata diharapkan dapat berkembang dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan pesisir.












