Scroll untuk baca artikel
Nusantara

Hadapi Kemarau, Kementerian PU Suplai 1,5 m³ Air per Detik untuk 8.845 Hektare Sawah Nganjuk

Admin
×

Hadapi Kemarau, Kementerian PU Suplai 1,5 m³ Air per Detik untuk 8.845 Hektare Sawah Nganjuk

Sebarkan artikel ini
Hadapi Kemarau, Kementerian PU Suplai 1,5 m³ Air per Detik untuk 8.845 Hektare Sawah Nganjuk
Petugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas memantau Bendungan Semantok

MITRAPOL.com, Nganjuk – Selama musim kemarau ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan suplesi air sebesar 1,5 meter kubik per detik dari Bendungan Semantok untuk menjaga pasokan irigasi bagi sekitar 8.845 hektare lahan pertanian di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, tambahan pasokan air tersebut diarahkan ke Daerah Irigasi (D.I.) Waduk Bening untuk menjaga keandalan layanan irigasi, terutama di Kecamatan Rejoso dan wilayah sekitarnya.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan optimalisasi infrastruktur sumber daya air diperlukan untuk menjaga ketersediaan air ketika terjadi penurunan debit akibat kondisi musim kemarau.

“Penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” ujar Dody. Selasa (6/10/2026).

Suplesi dilakukan dengan menambahkan pasokan dari sumber air yang tersedia ke sistem irigasi yang membutuhkan tambahan debit.

Dalam kondisi ketersediaan air menurun, Bendungan Semantok menjadi salah satu sumber yang dioptimalkan untuk memperkuat pasokan menuju sistem D.I. Waduk Bening.

Bendungan Semantok telah dimanfaatkan untuk mengairi sekitar 1.906 hektare lahan pertanian.

Infrastruktur tersebut didukung jaringan irigasi sepanjang 25,92 kilometer saluran primer dan 78,20 kilometer saluran sekunder.

Jaringan tersebut menjadi bagian dari sistem layanan air untuk D.I. Bening, D.I. Ngomben, dan wilayah Rejoso.

Bendungan Semantok memiliki kapasitas tampungan sekitar 32 juta meter kubik dengan luas genangan sekitar 365 hektare.

Selain mendukung irigasi, bendungan tersebut juga memiliki fungsi penyediaan air baku dan pengendalian banjir.

Untuk kebutuhan air baku, Bendungan Semantok diproyeksikan menyediakan pasokan sekitar 312 liter per detik bagi masyarakat di Kecamatan Rejoso, Lengkong, dan Gondang.

Sementara dalam fungsi pengendalian banjir, bendungan tersebut diproyeksikan mampu mereduksi debit banjir hingga sekitar 137 meter kubik per detik di wilayah hilir Sungai Semantok.

Optimalisasi Bendungan Semantok untuk menyuplai D.I. Waduk Bening menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan air irigasi selama musim kemarau.

Kementerian PU menyatakan pengelolaan sumber daya air dilakukan secara terintegrasi untuk menjaga keandalan jaringan irigasi sekaligus mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Nganjuk.