MITRAPOL.com, Pontianak – Polda Kalimantan Barat menangani 101 perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terdiri atas 68 kasus yang melibatkan perorangan dan 33 kasus terkait korporasi. Perkembangan penanganan perkara tersebut disampaikan dalam konferensi pers Bareskrim Polri bersama Polda Kalbar di Balai Kemitraan Polda Kalbar, Kamis (29/10/2026).
Konferensi pers dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., dan dibuka Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., M.I.Kom. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan kementerian terkait, serta awak media.
Dalam pemaparannya, Kapolda Kalbar menjelaskan bahwa dari 68 perkara yang melibatkan perorangan, sebanyak 31 kasus masih dalam proses penanganan, sedangkan 37 kasus telah selesai ditangani.
Sementara itu, dari 33 perkara yang melibatkan korporasi, sebanyak 25 perkara masih dalam tahap penyidikan. Adapun tiga laporan polisi telah memasuki tahap I, yakni pelimpahan berkas perkara kepada jaksa penuntut umum untuk diteliti, sedangkan lima laporan polisi lainnya berada pada tahap P-19 atau pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi sesuai petunjuk jaksa.
Dalam konferensi pers tersebut, Bareskrim Polri menegaskan bahwa penegakan hukum karhutla dilakukan terhadap pihak-pihak yang berdasarkan hasil penyidikan dapat dimintai pertanggungjawaban atas kebakaran hutan dan lahan, baik perorangan maupun korporasi.
Penyidik juga menerapkan metode scientific crime investigation, yaitu pendekatan penyidikan berbasis metode ilmiah untuk mendukung pengungkapan perkara dan pembuktian secara objektif.
Penanganan karhutla menjadi bagian dari upaya Polri menindaklanjuti arahan pemerintah melalui penguatan pencegahan dan penegakan hukum. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pertanggungjawaban pihak yang terbukti melakukan pelanggaran serta mendukung upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.












