MITRAPOL.com, Nabire, Papua Tengah – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Nabire, Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi, S.T., M.Tr.Opsla., mengajak masyarakat memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan membangun perdamaian berkelanjutan di Tanah Papua.
Ajakan tersebut disampaikan Mario dalam sambutannya pada pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) Serentak DPC GAMKI se-Provinsi Papua Tengah di Gedung RRI Nabire, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan itu juga diisi dengan refleksi sejarah Papua dan pemaknaan nilai-nilai Pancasila.
Mario mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai masyarakat adat Suku Mor melalui Badan Musyawarah Adat (BMA) Kepulauan Mor, menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang untuk mempererat persatuan masyarakat, khususnya di Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah.
“Bagi kita anak-anak Papua, kegiatan seperti ini merupakan hal yang patut kita dukung Bersama, apa yang diprakarsai oleh masyarakat adat Suku Mor merupakan langkah yang baik untuk menjaga dan mempererat persatuan, khususnya di Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah,” ujarnya.
Ia menilai, peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang disertai refleksi sejarah Papua dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan mendorong kehidupan masyarakat yang rukun serta damai.
Menurut Mario, pemaknaan Pancasila melalui pendekatan sejarah juga penting untuk membangun kesadaran bersama dalam merawat kerukunan dan mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di Tanah Papua.
“Kalau kita ingin hidup nyaman, aman, bekerja dengan baik, serta mencari nafkah di tanah ini, hal yang paling utama adalah menjaga persatuan. Kita sebagai masyarakat harus kuat menjaga daerah ini, karena tidak ada orang lain yang akan menjaga tempat ini selain kita sendiri,” tegasnya.
Mario menambahkan, nilai-nilai Pancasila perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dengan begitu, masyarakat diharapkan dapat memperkokoh kebersamaan, menjaga keharmonisan, serta menumbuhkan tanggung jawab bersama dalam memelihara keamanan dan kedamaian daerah.
Pada kesempatan tersebut, Danlanal Nabire juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala suku dan BMA Kepulauan Mor yang telah memprakarsai kegiatan.
Ia berharap dialog dan refleksi sejarah tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat Kepulauan Mor, Kabupaten Nabire, dan Provinsi Papua Tengah.
“Saya berharap dialog dan refleksi bersama ini dapat membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kepulauan Mor dan masyarakat di Kabupaten Nabire, serta memberikan manfaat bagi Papua Tengah,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Mario menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi ruang dialog, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua.












