Scroll untuk baca artikel
Nusantara

Kementerian PU Rampungkan Tanggul Darurat di Padang, Jalan Tapan–Batas Jambi Kembali Fungsional

Admin
×

Kementerian PU Rampungkan Tanggul Darurat di Padang, Jalan Tapan–Batas Jambi Kembali Fungsional

Sebarkan artikel ini
Kementerian PU Rampungkan Tanggul Darurat di Padang
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan dampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat.

MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan dampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat.

Upaya tersebut mencakup penyelesaian tanggul darurat sepanjang 200 meter di Kota Padang serta pemulihan akses jalan nasional ruas Tapan–Batas Jambi di Kabupaten Pesisir Selatan.

Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan jajaran balai teknis untuk mempercepat penanganan di lapangan dengan memastikan ketersediaan alat berat dan personel guna memulihkan infrastruktur serta menjaga keselamatan masyarakat.

“Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” kata Dody.

Banjir bandang yang melanda Kota Padang pada 10 Oktober 2026 dilaporkan berdampak pada sekitar 120 rumah, merusak sejumlah infrastruktur irigasi, bendung, dan tanggul sepanjang kurang lebih 50 meter, serta dua bangunan pengambilan air (intake) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pipa transmisi sepanjang 1,5 kilometer juga dilaporkan terputus.

Sebagai respons darurat, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang melakukan perbaikan alur sungai, membersihkan sedimen pada bangunan intake, dan menyalurkan air bersih menggunakan lima mobil tangki.

Di kawasan Perumahan Lumin Park, BWS Sumatera V Padang telah merampungkan tanggul darurat sepanjang 200 meter dengan ketinggian sekitar tiga meter di sepanjang aliran Sungai Batang Air Dingin.

Pembangunan tersebut didukung tiga unit ekskavator yang mulai bekerja secara bertahap sejak Minggu (11/10/2026).

Tanggul tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko banjir susulan dan melindungi permukiman warga. Kementerian PU juga menyiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi di Sungai Batang Air Dingin serta Sungai Batang Kuranji, meliputi normalisasi sungai, pembangunan tanggul pengaman banjir, serta pembangunan sabo dam dan check dam.

Mobilisasi tambahan alat berat direncanakan mulai 15 Oktober 2026. Sementara itu, pengerukan muara dijadwalkan mulai 13 Oktober 2026 dengan estimasi pengerjaan sekitar dua bulan.

Pembangunan check dam direncanakan berlangsung selama enam bulan, disertai perbaikan tanggul dan normalisasi sungai.

Di Kabupaten Pesisir Selatan, banjir, longsor, dan pohon tumbang yang terjadi pada 9–11 Oktober 2026 menyebabkan gangguan lalu lintas di jalan nasional ruas Tapan–Batas Jambi, tepatnya di Nagari Jangki Ayam, Kecamatan Ranah Ampek Hulu, wilayah Tapan.

Material longsor menimbun badan jalan sepanjang total sekitar 16,2 kilometer pada 14 titik, mulai KM 219+100 hingga KM 235+300.

Hingga Senin (12/10/2026), ruas jalan tersebut telah kembali fungsional dan dapat dilalui kendaraan melalui satu jalur.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melanjutkan pembersihan material longsor serta memasang rambu peringatan dan garis pengaman bagi pengguna jalan.

Penanganan darurat didukung empat unit ekskavator PC200, satu ekskavator mini, dua wheel loader, dan satu dump truck.

BPJN Sumatera Barat juga menambah satu unit wheel loader untuk mempercepat pembersihan material.

Untuk memperkuat badan jalan dan mengurangi risiko kerusakan berulang, Kementerian PU menyiapkan penanganan permanen di KM 219+100 melalui pembangunan retaining wall concrete (RWC) atau dinding penahan beton.

Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk melanjutkan penanganan darurat serta rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur terdampak.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan kawasan permukiman, memulihkan konektivitas antarwilayah, dan meningkatkan keselamatan masyarakat di Sumatera Barat.