MITRAPOL.com, Ketapang – Kondisi sejumlah ruas jalan rusak dan berlubang di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menjadi sorotan publik. Kerusakan jalan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan parah terjadi di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, tepatnya di wilayah RT/RW 024/006. Selain itu, kondisi serupa juga ditemukan di ruas Jalan Ketapang–Siduk serta di Desa Sei Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan.
Pada sejumlah titik, jalan tampak mengalami retakan hingga lubang besar yang tergenang air saat hujan. Minimnya saluran drainase atau parit irigasi memperparah kondisi tersebut, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, baik bagi pengendara roda dua maupun roda empat.
Tokoh masyarakat setempat, Uti Iwan dan Supar, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi infrastruktur jalan yang dinilai tidak sebanding dengan aktivitas perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Ketapang.
“Perusahaan besar cukup banyak di Ketapang, namun kondisi jalan di sekitar permukiman warga justru rusak parah. Kami mempertanyakan pemanfaatan dana CSR yang seharusnya bisa membantu perbaikan infrastruktur,” ujar mereka kepada wartawan.
Keluhan serupa juga disampaikan para pengendara dan sopir angkutan menuju pelabuhan. Mereka menyebutkan bahwa kecelakaan lalu lintas kerap terjadi akibat kondisi jalan yang rusak dan licin, terutama saat musim hujan.
Warga Kelurahan Sukaharja menyebutkan bahwa kerusakan di Jalan Brigjen Katamso telah berlangsung hampir lima bulan tanpa perbaikan permanen. Bahkan, sepanjang sekitar 50 meter, badan jalan dipenuhi lubang dan genangan air. Sebagai bentuk peringatan, seorang warga menanam pohon pisang di tengah jalan agar pengendara lebih waspada, khususnya pada malam hari.
Kasus kecelakaan akibat jalan rusak juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Sukaharja dan Desa Sei Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan. Seorang warga dilaporkan terjatuh saat melintas karena kondisi jalan berlumpur dan berlubang, sehingga menghambat perjalanan dari wilayah hulu menuju pusat Kota Ketapang.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ketapang menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, sebelumnya menegaskan pentingnya dukungan anggaran tahunan yang berkelanjutan untuk menangani ruas jalan provinsi dan kabupaten yang rusak parah, guna mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga telah menyampaikan komitmen untuk memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Ketapang, dengan target penyelesaian secara bertahap dalam kurun waktu dua tahun.
Di tingkat legislatif, anggota DPRD setempat turut mendorong optimalisasi penggunaan anggaran serta pengawasan ketat terhadap program perbaikan jalan agar dapat direalisasikan sesuai perencanaan dan tepat sasaran.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pusat dapat segera merespons keluhan tersebut dengan langkah konkret, sehingga kerusakan jalan tidak terus memakan korban dan keselamatan pengguna jalan dapat terjamin.












