Nusantara

Jalan Penghubung Desa Bojongmanik–Parakanbeusi Rusak Parah, Warga Keluhkan Akses dan Keselamatan

Admin
×

Jalan Penghubung Desa Bojongmanik–Parakanbeusi Rusak Parah, Warga Keluhkan Akses dan Keselamatan

Sebarkan artikel ini
Jalan Penghubung Desa Bojongmanik–Parakanbeusi Rusak Parah
Kondisi Jalan Penghubung Desa Bojongmanik–Parakanbeusi yang dalam keadaan rusak parah.

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Kondisi jalan penghubung antar desa yang menghubungkan Desa Bojongmanik dan Desa Parakanbeusi, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, Banten, dikeluhkan warga dan para pengguna jalan. Kerusakan jalan tersebut dinilai semakin parah dan menyulitkan mobilitas masyarakat, Selasa (2/2/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan jalan terjadi di sejumlah titik. Permukaan jalan tampak berlumpur, tanah bercampur bebatuan, serta hampir tidak ditemukan lapisan aspal di sepanjang ruas jalan. Kondisi tersebut membuat kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, kesulitan melintas, terutama saat musim hujan.

Jalan yang licin dan rusak tidak hanya memperlambat perjalanan warga, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Warga menyebut kerusakan jalan ini telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya perbaikan yang signifikan.

Masyarakat menilai kondisi jalan penghubung antar desa tersebut berdampak besar terhadap aktivitas sehari-hari. Selain menghambat perekonomian warga, akses terhadap layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan juga menjadi terganggu.

Salah seorang warga Desa Bojongmanik, Tihul (55), mengatakan kondisi jalan rusak sudah lama dirasakan masyarakat tanpa adanya perubahan berarti.

“Jalan ini merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Bojongmanik dengan Desa Parakanbeusi dan desa-desa lainnya di wilayah ini,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Sarja (65), warga lainnya, yang menilai dampak paling berat dirasakan saat masyarakat membutuhkan akses cepat ke fasilitas kesehatan.

“Kondisi jalan ini sangat menyulitkan, apalagi kalau ada warga yang sakit atau hendak melahirkan. Jalan rusak membuat waktu tempuh jadi lebih lama dan risikonya tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, kerusakan jalan kerap memaksa warga mengambil jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh dan kondisinya tidak kalah berbahaya.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan jalan agar akses antar desa kembali layak dan aman digunakan, serta dapat menunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Bojongmanik.