MITRAPOL.com, Merauke – Maraknya penyelenggaraan event balap sepeda di Kota Merauke, Papua Selatan, tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga dinilai membawa dampak positif bagi pembinaan generasi muda, dinamika perkotaan, serta membuka peluang pengembangan wisata olahraga (sport tourism), Minggu (1/2/2026).
Balap sepeda kini menjelma sebagai ruang positif bagi anak muda Merauke untuk menyalurkan bakat, energi, dan semangat kompetitif secara sehat. Melalui berbagai event yang digelar, para peserta dilatih disiplin, sportivitas, serta mental juang, sekaligus diarahkan menjauhi aktivitas negatif seperti balap liar dan pergaulan bebas.
Dari sisi perkotaan, kehadiran event balap sepeda terbukti mampu menghidupkan ruang publik. Sejumlah ruas jalan dan kawasan yang dijadikan lintasan lomba berubah menjadi pusat aktivitas warga. Kondisi ini turut mendorong perputaran ekonomi lokal, mulai dari pelaku UMKM, pedagang kaki lima, bengkel sepeda, hingga penjualan atribut olahraga.
Potensi tersebut menunjukkan bahwa balap sepeda memiliki nilai strategis tidak hanya sebagai cabang olahraga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Apalagi, Merauke memiliki keunggulan geografis yang mendukung, seperti lintasan datar yang panjang, jalur kota yang representatif, serta lanskap alam yang berpotensi dikemas sebagai daya tarik wisata olahraga.
Dengan pengelolaan yang terencana dan berkelanjutan, event balap sepeda di Merauke dinilai dapat berkembang menjadi agenda rutin berskala regional bahkan nasional. Namun demikian, penyelenggaraannya masih membutuhkan regulasi yang lebih jelas serta dukungan lintas sektor.
Peran aktif Pemerintah Daerah Papua Selatan bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PBISI) dinilai penting dalam menyusun regulasi, standar keamanan, kalender event resmi, serta pola pembinaan atlet yang berkesinambungan.
Ketua Komunitas Anak Muda Merauke Satu, Yohanis O.N., menilai balap sepeda sebagai wadah positif bagi pembinaan karakter dan prestasi generasi muda.
“Kegiatan ini mendorong anak muda menjadi lebih disiplin, sportif, dan fokus pada aktivitas yang sehat serta produktif,” ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Daerah Papua Selatan bersama KONI dan PBISI dapat meregulasi serta mematenkan event balap sepeda sebagai agenda resmi daerah, sehingga dapat berkembang menjadi destinasi wisata olahraga yang memberikan dampak berkelanjutan bagi pemuda dan ekonomi lokal.
Jika dikelola dengan baik dan ditetapkan sebagai agenda resmi daerah, balap sepeda berpotensi menjadi salah satu ikon wisata olahraga Kota Merauke. Tidak hanya soal perlombaan, tetapi juga pembentukan citra kota, pembinaan atlet, serta manfaat ekonomi jangka panjang.
Dengan dukungan fasilitas yang memadai, lintasan yang aman, serta pembinaan berjenjang, balap sepeda diyakini mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus mengangkat Merauke sebagai destinasi sport tourism unggulan di kawasan timur Indonesia.












