Nusantara

Sepekan Operasi Keselamatan Toba 2026, Pelanggaran Turun 55 Persen dan Kecelakaan Menyusut

Admin
×

Sepekan Operasi Keselamatan Toba 2026, Pelanggaran Turun 55 Persen dan Kecelakaan Menyusut

Sebarkan artikel ini
Sepekan Operasi Keselamatan Toba 2026, Pelanggaran Turun 55 Persen dan Kecelakaan Menyusut
Sepekan Operasi Keselamatan Toba 2026, Pelanggaran Turun 55 Persen dan Kecelakaan Menyusut

MITRAPOL.com, Medan — Memasuki hari ketujuh pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026, Polda Sumatera Utara mencatat sejumlah capaian positif. Operasi yang dimulai sejak 2 Februari 2026 ini menitikberatkan pendekatan preemtif dan preventif, dengan fokus pada edukasi, penyuluhan, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Selama sepekan, jajaran kepolisian menggelar berbagai kegiatan edukasi secara masif di sekolah, kampus, perkantoran, terminal, hingga komunitas masyarakat. Program Police Goes to School, kampanye safety riding dan safety driving, penyebaran brosur dan leaflet, serta edukasi melalui media elektronik dan media sosial turut digencarkan sebagai bagian dari strategi membangun budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan.

Pada aspek preventif, personel melaksanakan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli di jam serta lokasi rawan. Tercatat 1.583 kegiatan preventif dilakukan terhadap masyarakat, termasuk kehadiran di titik rawan kecelakaan (black spot) dan pelanggaran (trouble spot), serta pemeriksaan pengemudi dan awak angkutan umum.

Selain itu, terdapat 108 kegiatan preventif terhadap kendaraan melalui pengawasan dan ramp check di jalur rawan.

Sementara itu, pada aspek penegakan hukum (gakkum), total penindakan pelanggaran lalu lintas tercatat 908 kasus, atau turun 55,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2.041 kasus.

Penindakan melalui sistem ETLE tercatat sebanyak 74 kasus, sedangkan penindakan non-ETLE sebanyak 13 kasus. Adapun teguran kepada pelanggar juga menurun menjadi 801 dari sebelumnya 1.482.

Polda Sumut juga mencatat penindakan terhadap kendaraan over dimension dan over loading (ODOL) sebanyak 15 kasus, serta 5 kasus kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum (travel) tanpa izin.

Penurunan angka penindakan tersebut dinilai menjadi indikasi meningkatnya kepatuhan masyarakat selama operasi berlangsung, seiring intensifnya kegiatan edukasi dan imbauan.

Dampak positif juga terlihat dari data kecelakaan lalu lintas. Jumlah kecelakaan pada hari pertama hingga ketujuh tercatat turun dari 100 kasus menjadi 82 kasus, atau menurun 18 persen. Korban meninggal dunia turun 50 persen, sementara korban luka berat dan luka ringan juga mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara menyampaikan Operasi Keselamatan Toba 2026 dirancang sebagai operasi humanis dengan pendekatan edukatif.

“Operasi ini mengedepankan upaya preventif dan preemtif melalui penyuluhan dan kehadiran personel di lapangan. Penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional dan terukur, namun tujuan utamanya adalah membangun kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas karena kebutuhan, bukan karena takut ditindak,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat mempertahankan tren positif tersebut.

“Kami berharap budaya tertib berlalu lintas terus terjaga, tidak hanya selama operasi berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Dengan capaian tersebut, Operasi Keselamatan Toba 2026 menunjukkan bahwa edukasi yang konsisten, disertai pengawasan dan penegakan hukum yang proporsional, mampu memberikan dampak nyata terhadap keselamatan dan ketertiban berlalu lintas di Sumatera Utara.