MITRAPOL.com, Medan – Memasuki hari kesembilan pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026, Polda Sumatera Utara terus mengintensifkan pendekatan edukatif dan preventif dalam upaya meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas. Operasi ini telah berlangsung sejak 2 Februari 2026 di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Berdasarkan data penegakan hukum (gakkum) hingga Senin (9/2/2026), total penindakan pelanggaran lalu lintas tercatat sebanyak 1.348 kasus. Jumlah tersebut menurun 55,1 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 3.002 kasus.
Penindakan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tercatat sebanyak 241 kasus, mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, penindakan non-ETLE turun signifikan menjadi 52 kasus dari sebelumnya 837 kasus. Teguran kepada pelanggar juga menurun menjadi 1.016 kasus dari 2.124 kasus pada tahun lalu.
Dalam operasi ini, petugas turut menindak pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan. Tercatat 34 kasus kendaraan over dimension dan over loading (ODOL), serta lima kasus kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum (travel) tanpa izin.
Secara kumulatif sejak hari pertama hingga hari kedelapan, total penindakan mencapai 9.345 tindakan. Rinciannya meliputi 1.440 kasus ETLE, 538 non-ETLE, 7.296 teguran, 11 kasus travel ilegal, dan 60 kasus ODOL.
Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara menyampaikan bahwa tren penurunan pelanggaran menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat selama operasi berlangsung.
“Operasi Keselamatan Toba 2026 mengedepankan edukasi dan pencegahan. Penurunan angka pelanggaran hingga lebih dari 55 persen ini menunjukkan masyarakat mulai memahami pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional dan proporsional, terutama terhadap pelanggaran yang berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan.
“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk terus mematuhi aturan lalu lintas. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya saat operasi berlangsung, tetapi setiap hari,” katanya.
Polda Sumatera Utara berharap tren positif ini terus berlanjut hingga berakhirnya Operasi Keselamatan Toba 2026.












