MITRAPOL.com, Bekasi – Kepala Desa Burangkeng, H. Nemin Bin H. Sain, turun langsung ke lokasi proyek pembangunan Jalan Tol Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Japek II Selatan) menyusul keluhan warga terkait kondisi jalan licin yang diduga akibat aktivitas proyek tersebut.
Kondisi jalan yang berlumpur, terutama saat musim hujan, disebut kerap memicu kecelakaan lalu lintas. Lumpur diduga berasal dari armada dump truck pengangkut tanah merah yang keluar masuk area proyek dan melintasi jalan umum di wilayah Desa Burangkeng, Kabupaten Bekasi.
Minta Aktivitas Dihentikan Sementara
Di lokasi proyek, Kepala Desa Burangkeng meminta pihak pelaksana menghentikan sementara aktivitas pekerjaan hingga dilakukan pembersihan jalan serta penanganan sesuai ketentuan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
“Saya meminta aktivitas dihentikan sementara sebelum ada penyelesaian yang jelas. Jalan harus dibersihkan dengan penyemprotan air agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujar Nemin di lokasi.
Ia menegaskan, keselamatan warga dan pengguna jalan menjadi prioritas utama. Menurutnya, jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi memicu kemarahan warga karena dianggap mengabaikan aspek keselamatan dan ketentuan lingkungan.
Keluhan Warga dan Dugaan Kecelakaan
Sejumlah warga menyampaikan bahwa jalan licin akibat lumpur telah menyebabkan pengendara, khususnya sepeda motor, terjatuh. Peristiwa serupa juga dilaporkan terjadi di sekitar overpass Desa Kertarahayu beberapa waktu lalu, dengan kondisi jalan berlumpur yang dinilai membahayakan.
Pak Malin, aparatur desa sekaligus tokoh masyarakat setempat, mengatakan pihaknya berharap pengembang proyek segera memberikan solusi konkret.
“Kami berharap ada tanggung jawab dan langkah nyata agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Pihak Proyek Tunggu Pimpinan
Sementara itu, perwakilan pekerja proyek di lokasi menyatakan akan menunggu arahan pimpinan untuk bertemu dengan Kepala Desa guna mencari solusi bersama. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengembang proyek terkait langkah penanganan yang akan dilakukan.
Pemerintah desa berharap koordinasi segera dilakukan agar aktivitas pembangunan tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan masyarakat serta ketentuan peraturan yang berlaku.











