Info TNI

Kuliah Umum di Unsrat, Mayjen TNI Rano Tilaar Kupas Geopolitik Dunia dan Peran Strategis Generasi Muda Indonesia

Admin
×

Kuliah Umum di Unsrat, Mayjen TNI Rano Tilaar Kupas Geopolitik Dunia dan Peran Strategis Generasi Muda Indonesia

Sebarkan artikel ini
Mayjen TNI Rano Tilaar Kupas Geopolitik Dunia
Gubernur Akademi Militer (Akmil), Mayjen TNI Rano Tilaar, sebagai pembicara utama dalam kuliah umum bertema “Dinamika Pembinaan Generasi Muda Indonesia di Tengah Pesatnya Perkembangan Geopolitik Dunia”. Jumat (12/06/2026)

MITRAPOL.com | Manado – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar kuliah umum bertema “Dinamika Pembinaan Generasi Muda Indonesia di Tengah Pesatnya Perkembangan Geopolitik Dunia” dengan menghadirkan Gubernur Akademi Militer (Akmil), Mayjen TNI Rano Tilaar, sebagai pembicara utama.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Unsrat, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Kamis (11/6/2026), diikuti sekitar 800 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, serta unsur organisasi kemahasiswaan.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Sam Ratulangi, Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Akmil yang dinilai dapat memberikan wawasan strategis kepada civitas akademika terkait dinamika global yang terus berkembang.

Sebelum sesi pemaparan dimulai, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unsrat menampilkan tarian tradisional Katrili yang mendapat sambutan hangat dari para peserta.

Dalam kuliah umumnya, Mayjen TNI Rano Tilaar menjelaskan bahwa geopolitik merupakan kajian mengenai pengaruh faktor geografis terhadap kebijakan politik, ekonomi, pertahanan, dan hubungan internasional suatu negara.

Menurutnya, pemahaman geopolitik menjadi fondasi penting dalam menentukan strategi nasional untuk mencapai kepentingan negara di tengah persaingan global yang semakin kompleks.

Materi yang dipaparkan mencakup perkembangan geopolitik dunia, munculnya berbagai ideologi global, posisi strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik, hingga dampak perubahan konstelasi internasional terhadap stabilitas nasional.

“Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di persimpangan dua benua, Asia dan Australia, serta dua samudra, Hindia dan Pasifik. Posisi ini menjadikan Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik,” ujar Mayjen TNI Rano Tilaar.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Akmil juga menekankan pentingnya penguatan ketahanan nasional melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Ia menilai generasi muda Indonesia harus mampu meningkatkan kompetensi, inovasi, daya saing, serta memiliki karakter kebangsaan yang kuat agar mampu menjawab tantangan global.

“Generasi muda memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pembangunan bangsa. Mereka harus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, semangat bela negara, serta kemampuan berpikir kritis dan strategis dalam menghadapi perubahan lingkungan internasional yang semakin dinamis,” tegasnya.

Menurutnya, kemajuan Indonesia di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda yang adaptif, disiplin, berintegritas, dan memiliki kemampuan kepemimpinan.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendalami berbagai isu terkait geopolitik, pertahanan negara, ketahanan nasional, hingga posisi Indonesia dalam menghadapi perubahan global.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata dari Rektor Unsrat kepada Gubernur Akmil, pemberian penghargaan kepada mahasiswa yang aktif dalam sesi diskusi, serta foto bersama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Majelis Keluarga Besar Permesta Philip Pantouw, para dekan dan dosen Unsrat, unsur TNI, pengurus BEM, organisasi kemahasiswaan, serta ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap perkembangan geopolitik global sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan, nasionalisme, dan semangat bela negara dalam menghadapi tantangan masa depan.