MITRAPOL.com | Lebak – Bergabungnya Moch. Nabil Jayabaya ke Partai Demokrat pada momentum Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Demokrat Provinsi Banten menjadi perhatian publik.
Langkah politik tersebut dinilai berpotensi memengaruhi dinamika politik di Kabupaten Lebak menjelang agenda politik mendatang.
Pandangan tersebut disampaikan Ketua Umum Badak Banten Perjuangan (BBP), H. Eli Sahroni, dalam analisis politiknya pada Minggu (2/8/2026).
Menurut Eli Sahroni, Nabil Jayabaya memiliki modal sosial yang kuat karena dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan serta memiliki jaringan yang luas di Kabupaten Lebak.
“Modal sosial merupakan salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Kedekatan dengan warga tidak dapat dibangun dalam waktu singkat,” ujarnya.
Ia menilai, kehadiran Nabil berpotensi menjadi energi baru bagi Partai Demokrat, khususnya dalam memperkuat konsolidasi organisasi di Kabupaten Lebak.
Dengan pengalaman organisasi, jaringan yang dimiliki, serta tingkat popularitasnya, Nabil dinilai dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan partai di tingkat daerah.
Meski demikian, Eli menegaskan bahwa seluruh keputusan mengenai jabatan strategis di internal Partai Demokrat tetap merupakan kewenangan organisasi sesuai mekanisme yang berlaku.
Lebih lanjut, ia menilai bergabungnya Nabil ke Partai Demokrat dapat menjadi bagian dari strategi politik jangka panjang.
Dalam sistem politik Indonesia, posisi dalam partai dinilai menjadi salah satu modal penting untuk memperluas komunikasi politik, membangun jaringan, serta meningkatkan daya tawar dalam kontestasi demokrasi.
Namun demikian, peluang seseorang untuk maju dalam pemilihan kepala daerah tetap dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya keputusan partai, dinamika koalisi politik, serta tingkat penerimaan masyarakat.
Eli juga mengingatkan bahwa perjalanan politik tidak hanya ditentukan oleh popularitas maupun kekuatan organisasi. Integritas, rekam jejak, kemampuan kepemimpinan, serta komunikasi politik yang sehat menjadi faktor yang semakin diperhatikan masyarakat.
Menurutnya, publik kini semakin kritis dalam menilai kualitas calon pemimpin berdasarkan kinerja dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat.
Sebagai penutup analisisnya, Eli Sahroni menyimpulkan bahwa bergabungnya Moch. Nabil Jayabaya ke Partai Demokrat merupakan salah satu perkembangan politik yang layak dicermati karena berpotensi memengaruhi konfigurasi politik Kabupaten Lebak di masa mendatang.
Ia menilai, apabila mampu membangun konsolidasi organisasi, menjaga kedekatan dengan masyarakat, serta memperoleh dukungan politik yang memadai melalui mekanisme partai, langkah tersebut dapat menjadi modal penting bagi perjalanan politik Nabil Jayabaya.
Sementara bagi Partai Demokrat, kehadiran figur dengan jaringan sosial yang luas dinilai berpotensi memperkuat mesin partai dalam menghadapi dinamika politik ke depan.












