Scroll untuk baca artikel
Nasional

Kurangi Risiko Gagal Panen, Kementerian PU Pompa Air ke 5 Hektare Sawah di Muaro Jambi

Madalin
×

Kurangi Risiko Gagal Panen, Kementerian PU Pompa Air ke 5 Hektare Sawah di Muaro Jambi

Sebarkan artikel ini
Petugas BWS Sumatera VI Jambi mengoperasikan pompa air untuk mengalirkan air ke persawahan terdampak kekeringan di Muaro Jambi.
Petugas BWS Sumatera VI Jambi bersama petani menyalurkan air ke area persawahan di Desa Sungai Terap guna menjaga tanaman padi dari dampak kekeringan. (KemenPU)

MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI Jambi melakukan penanganan darurat kekeringan dengan memompa dan menyalurkan air ke area persawahan seluas sekitar 5 hektare di Desa Sungai Terap, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempertahankan tanaman padi yang mulai mengalami kekurangan air sekaligus mengurangi risiko kerusakan tanaman dan gagal panen di tengah musim kemarau.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan ketersediaan air merupakan fondasi penting bagi kehidupan masyarakat maupun keberlanjutan sektor pertanian.

Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat dan terintegrasi sesuai kondisi di lapangan.

“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Menteri Dody Hanggodo.

Penanganan dimulai setelah tim BWS Sumatera VI Jambi melakukan pemantauan lapangan yang menemukan menurunnya ketersediaan air di kawasan pertanian Desa Sungai Terap pada Senin (21/9/2026).

Petugas kemudian mengidentifikasi sumber air yang masih tersedia di sekitar lokasi, sebelum mengalirkannya menggunakan mesin pompa dan selang penyalur menuju hamparan sawah yang terdampak.

Distribusi air dilakukan bersama petugas, kelompok tani, dan masyarakat agar penyiraman berlangsung merata sesuai kebutuhan tanaman padi di setiap petak lahan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BWS Sumatera VI Jambi, Ferdinanto, menjelaskan bahwa pemompaan merupakan solusi darurat agar tanaman padi tetap memperoleh pasokan air selama kondisi kekeringan berlangsung.

“Kami melakukan pemompaan sebagai langkah penanganan darurat untuk membantu mempertahankan tanaman padi masyarakat pada area persawahan yang terdampak kekeringan. Dengan tambahan pasokan air ini, diharapkan kondisi tanaman padi dapat dipertahankan dan risiko kerusakan tanaman maupun gagal panen dapat dikurangi,” ujar Ferdinanto.

Menurutnya, proses pemompaan dan penyiraman berjalan aman serta terus dipantau untuk memastikan efektivitas distribusi air bagi lahan pertanian.

Selain penanganan darurat, BWS Sumatera VI Jambi juga menyusun langkah lanjutan guna mendukung ketersediaan air secara lebih berkelanjutan.

Salah satu alternatif yang tengah disiapkan adalah survei dan kajian teknis pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025.

Kajian tersebut akan mempertimbangkan potensi air tanah dan kebutuhan layanan irigasi di kawasan pertanian Desa Sungai Terap.

Upaya ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah dan panjang agar lahan pertanian tetap memiliki pasokan air meski menghadapi musim kemarau.

Kementerian PU juga mengajak masyarakat melaporkan persoalan kekeringan maupun kebutuhan air bersih melalui WhatsApp/Contact Center 0815-1000-0158.

Laporan masyarakat akan menjadi dasar tindak lanjut sesuai kewenangan dan kondisi infrastruktur di lapangan. **