MITRAPOL.com, Medan— Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Provinsi Sumatera Utara mendorong pemerintah daerah dan pemangku kepentingan memperkuat hilirisasi komoditas sawit, khususnya lidi sawit.
Langkah tersebut dinilai penting agar potensi ekspor lidi sawit asal Sumatera Utara tidak berhenti pada pengiriman bahan mentah, tetapi dapat menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi petani, pelaku usaha, dan masyarakat.
Dorongan itu disampaikan Sekretaris DPD HKTI Sumut, Muhammad Syah, saat menghadiri kegiatan Go Export Barantin Web Series ke10 bertema “Kupas Tuntas Lidi Sumut Tembus Pasar Dunia”. Kegiatan ter-sebut berlangsung di Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tum-buhan Sumatera Utara.
“HKTI Sumatera Utara tentu mengapresiasi terbukanya pasar dunia untuk lidi sawit. Namun, ke depan kita berharap ekspor jangan hanya berupa barang mentah. Pemerintah daerah perlu mendorong hilirisasi agar produk sawit memiliki nilai tambah dan manfaat ekonominya lebih besar dirasakan masyarakat,” ujar Muhammad Syah.
Menurut Muhammad Syah, pengembangan industri pengolahan lidi sawit berpotensi membuka lapangan kerja baru, memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong pertumbuhan koperasi.
Selain itu, proses pengolahan di dalam negeri dinilai dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas sawit sekaligus memperbesar peluang peningkatan pendapatan petani.
HKTI Sumut berharap pengembangan ekspor lidi sawit diikuti dengan penguatan ekosistem usaha, mulai dari ketersediaan bahan baku, peningkatan kualitas produk, teknologi pengolahan, akses pembiayaan, hingga pendampingan bagi petani dan pelaku UMKM.
Kegiatan Go Export Barantin Web Series ke-10 tersebut turut dihadiri Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara, Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan, Kepala Pusat Karantina Dr. Wisnu Hasea Putra, Kepala Balai Besar Karantina Sumatera Utara Prayitno Ginting, serta Atase Perdagangan Indonesia di Hanoi, Ika Yulistiawati.
Hadir pula sejumlah pelaku usaha, eksportir, UMKM, akademisi, serta perwakilan kementerian dan lembaga.
Forum tersebut menjadi ruang diskusi mengenai peluang dan tantangan ekspor lidi sawit Sumatera Utara ke pasar internasional, termasuk pentingnya peningkatan kualitas dan pengembangan produk olahan agar komoditas tersebut memiliki daya saing lebih kuat.












