Nasional

Tunda Panen demi Kualitas, Bisnis Kopi PTPN IV Tetap Catat Laba Rp3,43 Miliar di Awal 2026

Admin
×

Tunda Panen demi Kualitas, Bisnis Kopi PTPN IV Tetap Catat Laba Rp3,43 Miliar di Awal 2026

Sebarkan artikel ini
Bisnis Kopi PTPN IV Tetap Catat Laba Rp3,43 Miliar di Awal 2026
Kopi

MITRAPOL.com, Jakarta – Segmen bisnis kopi PTPN IV PalmCo tetap mencatatkan kinerja positif pada triwulan I 2026, meski menghadapi tantangan anomali iklim berupa curah hujan tinggi.

Perusahaan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp3,43 miliar, di tengah keputusan strategis untuk menunda panen raya guna menjaga kualitas biji kopi.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan yang signifikan pada awal tahun.

“Penjualan meningkat cukup tinggi. Di saat yang sama, kami tetap menjaga arus kas operasional agar tetap sehat,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Data perusahaan menunjukkan penjualan bersih kopi hampir dua kali lipat secara tahunan, dari Rp10,94 miliar pada triwulan I 2025 menjadi Rp21,78 miliar pada periode yang sama tahun ini.

Meski demikian, laba operasional relatif stabil dengan EBITDA sebesar Rp3,70 miliar per Maret 2026, sedikit menurun dibandingkan Rp3,82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan menilai kondisi tersebut masih mencerminkan kemampuan menghasilkan kas yang terjaga.

Di sisi produksi, curah hujan tinggi pada awal tahun berdampak pada proses pematangan buah kopi. Minimnya intensitas sinar matahari menyebabkan proses fotosintesis tidak optimal, sehingga buah kopi berkembang lebih lambat.

Kondisi ini terjadi di sejumlah wilayah operasional, termasuk kawasan Dataran Tinggi Ijen yang menjadi bagian dari Java Coffee Estate (JCE).

Manajer KSO JCE, Hastudy Yunarko, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi membuat perusahaan harus menyesuaikan jadwal panen.

“Jika panen dipaksakan saat buah belum matang sempurna, kualitas seduhan kopi akan menurun dan berisiko terhadap standar mutu produk,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, manajemen memutuskan untuk menggeser jadwal panen raya ke Mei 2026 agar buah kopi mencapai kematangan optimal secara alami.

Menurut Hastudy, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi menjaga kualitas produk di tengah tekanan faktor cuaca.

Di tengah dinamika iklim yang semakin sulit diprediksi, pelaku industri perkebunan dituntut lebih adaptif dalam mengelola produksi.

Bagi PTPN IV PalmCo, menjaga keseimbangan antara kuantitas dan kualitas menjadi kunci untuk mempertahankan kinerja sekaligus menjaga daya saing kopi di pasar.

Langkah menunda panen dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk memastikan produk yang dihasilkan tetap memenuhi standar mutu, sehingga mampu bersaing di pasar domestik maupun global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *