Nasional

Didukung PalmCo, Produksi Pandai Besi Kampar Melonjak 10 Kali Lipat, Serap Puluhan Tenaga Kerja

Admin
×

Didukung PalmCo, Produksi Pandai Besi Kampar Melonjak 10 Kali Lipat, Serap Puluhan Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini
Produksi Pandai Besi Kampar Melonjak 10 Kali Lipat
Industri Pandai Besi

MITRAPOL.com, Pekanbaru — Sentra pandai besi di Desa Teratak, Kabupaten Kampar, Riau, menunjukkan lonjakan signifikan dalam kapasitas produksi. Berkat dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PTPN IV PalmCo, produksi alat perkebunan meningkat hingga 10 kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.

Jika sebelumnya para perajin hanya mampu memproduksi sekitar 3.000 unit per bulan, kini kapasitas tersebut melonjak menjadi 30.000 unit per bulan.

Peningkatan ini didorong oleh bantuan peralatan modern seperti air hammer dan automatic grinder, yang mampu meningkatkan efisiensi sekaligus kualitas produksi.

Ketua kelompok usaha Mola Maju Basamo, Desrico Apriyus, mengungkapkan bahwa titik balik usaha mereka terjadi pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020.

“Saat itu hampir semua sektor terdampak. Namun kami bisa bertahan karena ada dukungan dari PTPN yang menyerap produk sekaligus memberikan pendampingan,” ujarnya. Sabtu (11/4).

Selain menjadi offtaker, PTPN IV PalmCo juga memberikan dukungan permodalan melalui program kemitraan senilai Rp800 juta. Dana tersebut digunakan untuk mengintegrasikan bengkel-bengkel kecil menjadi satu sentra produksi yang lebih terorganisasi.

Transformasi tidak hanya terjadi pada skala usaha, tetapi juga metode produksi. Penggunaan teknologi modern menggantikan cara konvensional, sehingga meningkatkan produktivitas dan standar kualitas.

Saat ini, sentra pandai besi tersebut telah dilengkapi sejumlah mesin modern, termasuk empat unit air hammer.

Dampak dari peningkatan produksi ini mulai dirasakan luas oleh masyarakat. Jumlah tenaga kerja meningkat dari belasan orang menjadi 23 pekerja, dan ditargetkan bertambah hingga 50 orang dalam waktu dekat.

Selain itu, sekitar 100 pemuda desa turut dilibatkan sebagai mitra pemasaran, memperluas jangkauan distribusi produk.

Dari sisi ekonomi, peningkatan produksi juga berdampak pada pendapatan masyarakat. Rata-rata pekerja kini memperoleh penghasilan sekitar Rp7 juta per bulan, dengan potensi meningkat hingga Rp10–15 juta.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menyatakan bahwa program TJSL dirancang untuk menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan.

“Kami mendorong terciptanya ekosistem ekonomi mandiri, membuka lapangan kerja, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain berdampak ekonomi, kegiatan ini juga memperkuat solidaritas sosial. Sebagian keuntungan usaha dialokasikan untuk kegiatan sosial desa.

Kini, Desa Teratak tidak hanya dikenal sebagai sentra produksi alat perkebunan, tetapi juga sebagai contoh keberhasilan pemberdayaan masyarakat berbasis kemitraan.