Nasional

Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Sumur Bor di Nganjuk, Targetkan Air untuk Warga dan Irigasi 120 Hektare

Admin
×

Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Sumur Bor di Nganjuk, Targetkan Air untuk Warga dan Irigasi 120 Hektare

Sebarkan artikel ini
Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Sumur Bor di Nganjuk
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat memberikan keterangan pers usai meninjau pembangunan sumur bor di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (11/4/2026)

MITRAPOL.com, Nganjuk — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau pembangunan sumur bor di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (11/4/2026), sebagai upaya memperkuat ketersediaan air guna mendukung program swasembada pangan nasional.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan penyediaan air baku bagi kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian, khususnya menghadapi potensi musim kemarau tahun 2026.

“Wilayah ini sebelumnya mengalami kekurangan air, sehingga pertanian masih mengandalkan tadah hujan,” ujar Menteri Dody.

Ia menegaskan, ketersediaan air merupakan faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU saat ini tengah mempercepat pembangunan sumur bor dalam di sejumlah titik, termasuk di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Ngetos.

“Pengeboran sudah dimulai. Kami berharap dalam waktu sekitar satu bulan air bersih sudah dapat dimanfaatkan, baik untuk pertanian maupun kebutuhan warga,” katanya.

Berdasarkan hasil survei geolistrik, potensi air tanah di lokasi tersebut berada pada kedalaman 130 hingga 150 meter, dengan estimasi debit air antara 2 hingga 5 liter per detik.

Pembangunan sumur bor ini ditargetkan dapat memenuhi kebutuhan air bagi sekitar 233 kepala keluarga atau 780 jiwa, serta mendukung irigasi pertanian dengan cakupan hingga 120 hektare lahan.

Sebagai bagian dari infrastruktur pendukung, pemerintah juga akan membangun rumah pompa berukuran 3 x 3 meter dengan struktur beton bertulang, tangki air berkapasitas 5.000 liter, serta jaringan perpipaan sesuai standar teknis.

Selain itu, Kementerian PU juga merencanakan pembangunan jaringan distribusi air hingga tingkat tersier guna memastikan pemanfaatan air lebih efisien.

“Distribusi air harus dikelola secara optimal agar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh petani,” ujar Menteri Dody.

Tidak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah tersebut sebagai langkah lanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan air bersih dan sanitasi masyarakat.

Dengan adanya pembangunan sumur bor dan rencana SPAM ini, pemerintah berharap ketersediaan air dapat terjamin sepanjang tahun, sehingga intensitas tanam dapat meningkat hingga dua sampai tiga kali dalam setahun serta berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.