Nusantara

Inovasi Desa di Bojonegoro: Sampah Disulap Jadi Energi dan Bisa Bayar PBB Lewat Bank Sampah

Admin
×

Inovasi Desa di Bojonegoro: Sampah Disulap Jadi Energi dan Bisa Bayar PBB Lewat Bank Sampah

Sebarkan artikel ini
Inovasi Desa di Bojonegoro: Sampah Disulap Jadi Energi dan Bisa Bayar PBB Lewat Bank Sampah
Program Bank Sampah Mandiri Keluarga Harapan (BSMKH), sampah diolah menjadi energi alternatif sekaligus membantu warga membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Jumat (17/4/2026).

MITRAPOL.com, Bojonegoro – Inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat hadir di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Melalui program Bank Sampah Mandiri Keluarga Harapan (BSMKH), sampah diolah menjadi energi alternatif sekaligus membantu warga membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Jumat (17/4/2026).

Program yang dibina oleh Pertamina EP Cepu ini tidak hanya mengedukasi masyarakat tentang pemilahan sampah, tetapi juga menerapkan teknologi pengolahan modern yang bernilai ekonomi.

Ketua BSMKH, Ujang Surya Abdillah, menjelaskan bahwa sampah anorganik seperti kardus dan botol plastik tetap dijual, sementara sampah plastik bernilai rendah diolah menjadi bahan bakar alternatif.

“Kami memanfaatkan teknologi pirolisis untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar yang kualitasnya setara solar,” ujarnya.

Melalui teknologi pirolisis, sampah plastik yang sulit terurai diolah menjadi bahan bakar alternatif. Inovasi ini dinilai mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni pengurangan sampah dan penyediaan energi terbarukan.

Selain itu, pengolahan sampah organik juga dilakukan secara optimal melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).

Sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot. Hasilnya, maggot tersebut digunakan sebagai pakan bernutrisi tinggi bagi peternak unggas dan pembudidaya ikan di wilayah sekitar.

Siklus ini menciptakan sistem ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih.

Keunggulan lain dari program ini adalah kemampuan warga untuk menabung dari hasil pengelolaan sampah yang kemudian dapat digunakan untuk membayar PBB.

Skema ini dinilai sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kewajiban administrasi sekaligus mendorong kesadaran lingkungan.

Inovasi BSMKH di Bojonegoro menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan sampah yang tepat, didukung teknologi dan kolaborasi, mampu menciptakan manfaat ekonomi, energi, dan sosial secara berkelanjutan.