MITRAPOL.com, Pandeglang – Gubernur Banten Andra Soni menghadiri Haul ke-22 ulama kharismatik Abuya Bustomi Cisantri di Pondok Pesantren Al-Hidayah Cisantri, Kabupaten Pandeglang, Senin (20/4/2026). Kehadiran tersebut menjadi bentuk komitmen menjaga hubungan erat antara pemerintah dan kalangan ulama di tengah kesibukan tugas pemerintahan.
Kedatangan rombongan gubernur disambut langsung oleh KH Asep Imron Bustomi selaku pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah sekaligus Ketua Umum Ikatan Persaudaraan Alumni Santri Indonesia (IPASI). Suasana keakraban yang terjalin mencerminkan sinergi antara umaro dan ulama di Provinsi Banten.
Dalam sambutannya, Andra Soni menyampaikan bahwa perjalanan politiknya hingga menjabat sebagai gubernur tidak terlepas dari dukungan dan doa para ulama.
“Menjadi Gubernur Banten mungkin terasa mustahil tanpa doa dan dukungan para ulama. Amanah ini adalah tanggung jawab besar yang saya emban berkat restu mereka,” ujarnya.
Ia juga mengaku merasakan ketenangan batin setiap berada di lingkungan pesantren, berbeda dengan dinamika pekerjaan di pemerintahan yang penuh tantangan.
“Di kantor, pikiran sering diliputi berbagai persoalan pembangunan. Namun saat berada di majelis taklim, hati menjadi tenang karena bersama para kiai, ustaz, santri, dan jamaah,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni turut memohon doa agar diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah memimpin Banten, termasuk dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di daerah.
Sementara itu, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi mengapresiasi kehadiran gubernur dalam acara tersebut. Ia menyebut kehadiran ini sebagai bentuk perhatian nyata terhadap masyarakat Pandeglang.
“Ini merupakan kehormatan bagi kami. Pak Gubernur juga kerap menyebut Pandeglang sebagai daerah yang perlu mendapat perhatian khusus,” ujarnya.
Ia juga menyoroti program unggulan Pemerintah Provinsi Banten, yakni Bang Andra (Bangunan Jalan Desa Sejahtera), yang difokuskan pada percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan, pemerataan kesejahteraan, serta peningkatan akses ekonomi antarwilayah.
Acara haul berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan jamaah serta santri yang memadati kawasan Pondok Pesantren Al-Hidayah Cisantri. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa ulama, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat berbasis keagamaan.












