Olahraga

Kontroversi Playoff Piala Dunia 2026 Zona Asia, Graham Arnold Kritik AFC: Indonesia Dirugikan!

Admin
×

Kontroversi Playoff Piala Dunia 2026 Zona Asia, Graham Arnold Kritik AFC: Indonesia Dirugikan!

Sebarkan artikel ini
Kontroversi Playoff Piala Dunia 2026 Zona Asia
Graham Arnold

MITRAPOL.com, Jeddah – Kontroversi penyelenggaraan babak keempat Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia kembali mencuat. Pelatih Tim Nasional Irak, Graham Arnold, secara terbuka mengkritik keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait penunjukan tuan rumah yang dinilai tidak adil.

Babak playoff yang berlangsung pada 8–14 Oktober 2025 tersebut sebelumnya disebut akan digelar di tempat netral. Namun, dalam praktiknya, AFC justru menetapkan Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah.

Dalam pernyataannya di kanal podcast The Howie Games yang dirilis 1 Mei 2026, Arnold mengaku terkejut dengan perubahan kebijakan tersebut.

“Ketika menghadiri undian awal, kami diberi tahu playoff akan berlangsung di tempat netral,” ujar Arnold. Selasa (5/5/2026).

Ia menilai keputusan tersebut janggal, mengingat berdasarkan peringkat FIFA saat itu, Qatar berada di posisi lebih tinggi dibanding Irak dan Arab Saudi. Namun, Arab Saudi justru ditunjuk menjadi tuan rumah untuk salah satu grup.

Arnold menegaskan, kondisi ini tidak hanya merugikan Irak, tetapi juga berdampak signifikan terhadap Timnas Indonesia yang tergabung dalam grup yang sama.

“Saya merasa kasihan kepada Indonesia karena situasi playoff ini benar-benar tidak adil. Mereka harus bermain di Arab Saudi dan Qatar,” ujarnya.

Menurut Arnold, jadwal pertandingan yang padat serta faktor perjalanan menjadi beban tambahan bagi skuad Garuda. Ia menjelaskan, Indonesia harus tiba di Arab Saudi hanya beberapa hari sebelum pertandingan dan langsung menghadapi laga penting melawan tuan rumah.

Sementara itu, tim tuan rumah memiliki waktu istirahat lebih panjang dibanding tim lain di grup. Hal ini dinilai menciptakan ketimpangan dalam persiapan pertandingan.

Dalam hasil akhir kualifikasi, Arab Saudi berhasil lolos langsung ke putaran final Piala Dunia 2026. Sementara Irak harus melanjutkan perjuangan ke babak berikutnya melalui playoff antar-konfederasi.

Pernyataan Arnold pun memicu perdebatan luas di kalangan publik dan pengamat sepak bola Asia. Kritik tersebut menyoroti pentingnya prinsip fair play dalam setiap keputusan penyelenggaraan kompetisi internasional.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari AFC terkait kritik yang disampaikan oleh pelatih Irak tersebut.