Opini

Mengenang Mahasiswa Trisakti: Gugur 12 Mei 1998 kemudian digelari “Pahlawan Reformasi”

Admin
×

Mengenang Mahasiswa Trisakti: Gugur 12 Mei 1998 kemudian digelari “Pahlawan Reformasi”

Sebarkan artikel ini
Mengenang Mahasiswa Trisakti
Heru Riyadi, SH.,MH.

Oleh : Heru Riyadi, SH.,MH.
Penasehat AMKI PUSAT dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Pamulang

Merujuk pada 4 (empat) orang mahasiswa Universitas Trisakti sebagai berikut :

1. Elang Mulia Lesmana
– Angkatan 1996 Fakultas Teknik Mesin Universitas Trisakti
– Usia 20 tahun saat gugur terkena tembakan di kepala.

2. Heri Hertanto
– Angkatan 1995 Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti
– Usia 21 tahun saat gugur terkena tembakan di dada.

3. Hafidin Royan
– Angkatan 1996 Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti
– Usia 22 tahun saat gugur terkena tembakan di leher.

4. Hendriawan Sie
– Angkatan 1995 Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti
– Usia 23 tahun saat gugur terkena tembakan di kepala.

Kabar mereka sekarang: Keempatnya sudah wafat di tempat kejadian. Mereka gugur saat demonstrasi damai di dalam kampus Trisakti, Grogol, Jakarta Barat untuk menuntut Presiden Soeharto turun dari kekuasaan.

Status pahlawan reformasi:

Pemerintah dan masyarakat mengenang mereka sebagai simbol perlawanan mahasiswa terhadap rezim Orde Baru.

Nama mereka diabadikan di Tugu Peringatan Trisakti, dan tiap 12 Mei selalu ada peringatan di kampus Universitas Trisakti.

Universitas Trisakti juga membuat Musium Trisakti untuk mengenang mereka.
Peristiwa ini yang memicu gelombang demonstrasi besar-besaran dan akhirnya Presiden Soeharto mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei 1998.

Sampai sekarang gelar “Pahlawan Reformasi” merujuk pada empat mahasiswa Universitas Trisakti yang gugur dalam Tragedi 12 Mei 1998 : Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan dan Hendriawan Sie. Secara berkala, negara dan kerabat terus mengenang jasa mereka melalui ziarah makam, seperti yang dilakukan oleh civitas academica.

Berikut adalah kabar terbaru mengenai perjuangan dan penghormatan untuk mereka.
Dorongan gelar Pahlawan Nasional : Hingga saat ini, dorongan agar keempatnya secara resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh negara masih terus disuarakan oleh berbagai kalangan, termasuk gerakan aktivis mahasiswa dan civitas academica.

Keberadaan Makam :
Makam mereka terus dirawat dengan baik dan secara rutin diziarahi setiap tahunnya untuk mengenang pengorbanan mereka sebagai pendobrak demokrasi.
Peristiwa Penembakan : Pengusutan tuntas aktor intelektual di balik penembakan mereka masih menjadi tuntutan yang digaungkan oleh keluarga dan rekan aktivis agar keadilan hukum benar-benar ditegakkan.

Ya Allah, ampunilah dosa 4 mahasiswa Trisakti :
Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan dan Hendriawan Sie. Terimalah amal dan pengorbanan mereka.

Jadikan wafat mereka sebagai husnul khotimah,
Lapangkan kubur mereka, terangilah alam barzakh mereka dan tempatkan mereka di surga firdaus.

Ya Allah,

Jadikanlah negeri ini negeri yang aman, damai, dan sejahtera.

Aamiin.. 🙏🏻🙏🏻