MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan 93 lokasi Sekolah Rakyat Tahap II di berbagai daerah di Indonesia dengan target penyelesaian pada 20 Juni 2026. Hingga 20 Mei 2026, progres fisik pembangunan tercatat telah mencapai rata-rata 59 persen.
Menteri Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan kualitas bangunan. Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintahan Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memutus rantai kemiskinan ekstrem.
“Yang paling penting, kualitas tidak boleh dikorbankan. Saya sangat menolak jika percepatan dilakukan dengan mengabaikan mutu. Bangunan Sekolah Rakyat harus kokoh dan bertahan lama,” kata Dody saat Media Briefing di Pendopo Kementerian PU, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan, pengawasan kualitas dilakukan secara ketat mulai dari pemilihan material, metode konstruksi, hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan agar bangunan yang dihasilkan aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Menurut Dody, sejumlah daerah dengan progres pembangunan tertinggi saat ini antara lain Kabupaten Sragen, Semarang, Bengkulu, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Medan. Sementara beberapa lokasi yang masih membutuhkan percepatan meliputi Singkawang, Cilacap, Maluku Utara, Brebes, dan Dharmasraya.
Untuk mendukung percepatan, Kementerian PU telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan yang melibatkan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, serta sejumlah pihak terkait.
Sejumlah strategi percepatan juga diterapkan di lapangan, seperti pengerjaan bangunan secara paralel, penambahan tenaga kerja, kerja lembur, percepatan distribusi material, hingga penggunaan alat berat tambahan seperti crane, alat pancang, excavator, dan mobile batching plant.
Selain itu, penyesuaian metode konstruksi dilakukan melalui penggunaan struktur baja, metal deck, wire mesh, serta teknologi hollow core slab untuk mempercepat proses pembangunan tanpa mengurangi standar mutu.
Sekolah Rakyat Tahap II dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disiapkan pemerintah daerah. Setiap kawasan dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu jenjang SD, SMP, dan SMA, lengkap dengan ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, asrama siswa dan guru, hingga fasilitas pendukung seperti klinik, kantin sehat, lapangan olahraga, dan ruang terbuka hijau.
Kementerian PU optimistis seluruh proyek dapat selesai tepat waktu sehingga dapat dimanfaatkan pada awal tahun ajaran baru Juli 2026.












