MITRAPOL.com, Banda Aceh – Pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Daerah Aceh diharapkan tidak sekadar menjadi rotasi jabatan semata, tetapi menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara kepolisian, insan pers, ulama, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kedamaian di Bumi Serambi Mekkah.
Harapan tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Mitrapol Aceh, Teuku Indra Yoesdiansyah, yang akrab disapa Popon.
Ia mengucapkan selamat datang kepada Brigjen Pol. Ruddi Setiawan sebagai Kapolda Aceh yang baru, seraya mengajak orang nomor satu di jajaran Polda Aceh itu untuk membangun komunikasi yang erat dengan insan media.
Menurut Popon, media bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan, menangkal penyebaran hoaks, serta membangun optimisme masyarakat terhadap berbagai program pembangunan di Aceh.
“Kami berharap Kapolda Aceh yang baru dapat terus bersinergi dengan insan media. Hubungan yang harmonis antara kepolisian dan pers akan menjadi kekuatan besar dalam menciptakan rasa aman, nyaman, serta menjaga kondusivitas daerah,” ujar Popon.
Ia menilai, keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik antara kepolisian dengan media akan melahirkan kepercayaan publik.
Di tengah derasnya arus informasi digital, sinergi tersebut menjadi benteng informasi yang penting dalam menghadirkan informasi yang akurat sekaligus menjaga persatuan masyarakat.
Sebagaimana diketahui, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menunjuk Brigjen Pol. Ruddi Setiawan sebagai Kapolda Aceh menggantikan Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah yang memasuki masa purna tugas.
Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335/VI/KEP./2026 yang diterbitkan pada Juni 2026.
Dalam telegram tersebut, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah dimutasi sebagai Perwira Tinggi (Pati) Polda Aceh dalam rangka memasuki masa pensiun.
Popon juga menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Polda Aceh.
Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih menjadi fondasi yang kuat bagi kepemimpinan baru untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Estafet kepemimpinan ini kami harapkan mampu menghadirkan semangat baru. Dengan merangkul seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, kami optimistis Aceh akan semakin aman, damai, dan kondusif,” tutup Popon.











