MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat pemantauan dan penanganan infrastruktur sumber daya air setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
Selain menangani longsoran yang mengganggu sejumlah ruas jalan nasional, Kementerian PU memeriksa kondisi bendungan, sungai, jaringan irigasi, hingga sistem penyediaan air minum (SPAM) di wilayah terdampak.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas dalam penanganan pascagempa. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan potensi gempa susulan.
“Saya telah menginstruksikan jajaran Kementerian PU untuk terus memantau kondisi infrastruktur dan melakukan penanganan sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Dody.
Berdasarkan pemeriksaan awal Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II, Bendungan Raknamo, Bendungan Tilong, Bendungan Lokojange, dan Bendungan Rotiklot dalam kondisi aman. Pemeriksaan visual terhadap tubuh bendungan, puncak bendungan, spillway, serta bangunan pendukung tidak menunjukkan perubahan akibat gempa.
Namun, dampak gempa ditemukan pada saluran irigasi Bendung Wae Laku di Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Saluran tersebut tertutup material longsoran berupa tanah, batuan, dan vegetasi dari tebing di sisi saluran.
Kondisi tebing yang relatif terjal dan masih terdapat material lepas membuat lokasi tersebut berpotensi mengalami longsor susulan, terutama ketika hujan deras.
Selain jaringan irigasi, longsoran di sejumlah wilayah juga dilaporkan menutup alur sungai dan mengganggu layanan air bersih. Material tanah yang masuk ke sistem menyebabkan air yang disalurkan melalui SPAM menjadi keruh.
“Di beberapa tempat, air yang seharusnya keluar bersih dari SPAM sekarang menjadi cokelat karena banyak material tanah. Ini yang akan kami prioritaskan untuk segera diperbaiki,” ujar Dody.
Untuk mempercepat pemulihan, Kementerian PU memperkuat tim di lapangan, termasuk untuk menangani dampak longsoran pada sungai dan sistem penyediaan air minum.
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air juga akan menurunkan tim bersama Balai Teknik Sungai untuk mempercepat penanganan di sejumlah kabupaten terdampak.
Kementerian PU turut menyiapkan tangki air guna membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama proses pemulihan. Distribusi air akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Pemantauan terhadap jaringan irigasi, sungai, bendungan, dan infrastruktur sumber daya air lainnya terus dilakukan. Kementerian PU juga menyiagakan personel dan peralatan serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Penanganan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat. Pemerintah memastikan pemulihan infrastruktur dilakukan berdasarkan hasil asesmen kondisi di lapangan.












