MITRAPOL.com, Jakarta – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo memperkuat upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemanfaatan teknologi digital.
Salah satunya dilakukan melalui GeoPalm Dashboard, yang mengintegrasikan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), data satelit pemantau hotspot, serta informasi geospasial.
Sistem tersebut digunakan untuk mendukung deteksi dini sekaligus memantau tindak lanjut ketika terdapat indikasi titik panas di wilayah operasional perusahaan.
Pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari langkah preventif PalmCo, khususnya di wilayah operasional Kalimantan yang menghadapi risiko karhutla pada musim kemarau.
Wilayah operasional PalmCo di Kalimantan mencakup 12 kabupaten/kota yang tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
Melalui fitur Fire Hotspot pada GeoPalm Dashboard, indikasi titik panas dapat dipantau dan dipetakan secara terpusat.
Data tersebut kemudian dianalisis untuk menentukan lokasi dan prioritas verifikasi oleh tim lapangan.
PalmCo menegaskan bahwa data hotspot merupakan indikator awal dan bukan konfirmasi bahwa telah terjadi kebakaran.
Setiap indikasi tetap perlu diverifikasi secara langsung oleh personel di lapangan sebelum ditetapkan sebagai kejadian kebakaran dan ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Secara operasional, sistem tersebut mendukung alur penanganan mulai dari deteksi data digital, analisis awal, verifikasi lapangan, patroli hingga respons awal.
Apabila kebakaran terkonfirmasi, teknologi digital juga digunakan untuk membantu pelacakan kegiatan penanganan dan pembaruan status kejadian secara terpusat.
Dengan mekanisme tersebut, manajemen tidak hanya dapat mengetahui kemunculan titik panas, tetapi juga memantau perkembangan tindak lanjut di lapangan.
Informasi yang terdokumentasi dapat digunakan untuk mengevaluasi kecepatan respons, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap tahapan penanganan dapat ditelusuri.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan pemanfaatan teknologi perlu berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia dan perangkat operasional di lapangan.
“Perkebunan bukan hanya tentang tanaman atau tanah, tetapi tentang manusia dan seluruh sumber daya yang dikelola di dalamnya. Tujuan akhirnya adalah memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi banyak pihak,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis. Selasa (15/9/2026).
Menurut Jatmiko, skala pengelolaan PalmCo yang mencakup lebih dari 600.000 hektare areal perkebunan dan melibatkan sekitar 70.000 karyawan membutuhkan sistem kendali berbasis data.
Teknologi, lanjutnya, dapat membantu perusahaan memperluas rentang kendali sekaligus mempercepat penyampaian informasi dari lapangan kepada manajemen.
“Teknologi seperti pemetaan geospasial, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan (AI) kami manfaatkan untuk mendorong efisiensi produksi sekaligus menekan potensi kehilangan hasil,” kata Jatmiko.
GeoPalm Dashboard merupakan bagian dari ekosistem digital PalmCo yang mendukung pemantauan berbagai aspek operasional, termasuk produksi, hama dan penyakit tanaman, pemupukan, infrastruktur, serta risiko kebakaran.
Sistem tersebut melengkapi sejumlah platform digital perusahaan, seperti PalmCo Business Cockpit, Agroview, D-Farm, dan Intank.
Integrasi berbagai sistem digital tersebut diarahkan untuk mendukung tata kelola perusahaan yang lebih terukur dan responsif.
Dalam mitigasi karhutla, teknologi berperan menghubungkan informasi awal dengan tindak lanjut di lapangan, sementara proses verifikasi, patroli, dan respons tetap dilakukan oleh personel yang disiapkan perusahaan.
Ke depan, PTPN IV PalmCo menyatakan akan terus mengembangkan ekosistem digital dengan mengintegrasikan teknologi, data, sumber daya manusia, dan kesiapan infrastruktur.
Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla sekaligus mendukung operasional perkebunan yang efisien, adaptif, transparan, dan berkelanjutan.












