Scroll untuk baca artikel
Uncategorized

Puskesmas Merapi II Intensifkan Edukasi Gizi dan Pencegahan Stunting di Merapi Barat

Admin
×

Puskesmas Merapi II Intensifkan Edukasi Gizi dan Pencegahan Stunting di Merapi Barat

Sebarkan artikel ini
Puskesmas Merapi II Intensifkan Edukasi Gizi dan Pencegahan Stunting di Merapi Barat
Para petugas Puskesmas Merapi II, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat,

MITRAPOL.com, Lahat — Puskesmas Merapi II, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, terus mengintensifkan pelayanan kesehatan dan edukasi gizi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting di wilayah kerjanya.

Kepala Puskesmas Merapi II, Eka Agustina, S.Kep., mengatakan pelayanan kesehatan diberikan kepada masyarakat, baik untuk pengobatan maupun pemeriksaan kesehatan.

Upaya pencegahan stunting juga dilakukan melalui kegiatan Posyandu dan penyuluhan di desa-desa.

“Kami terus memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk melalui sosialisasi di Posyandu, untuk masalah stunting, penyuluhan dilakukan di setiap desa sekaligus perbaikan gizi bagi balita,” ujar Eka kepada wartawan, Rabu (30/9/2026).

Menurut Eka, penguatan Posyandu menjadi salah satu bagian penting dalam pemantauan pertumbuhan balita, pemberian edukasi gizi, serta pendampingan ibu hamil dan keluarga.

Upaya tersebut juga dilakukan melalui kegiatan Rembuk Stunting di sejumlah desa, pada September 2026, misalnya, Puskesmas Merapi II turut memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam Rembuk Stunting di Desa Tanjung Telang.

Kepala Puskesmas Merapi II, Eka Agustina, S.Kep

Sementara itu, sejumlah desa di Kecamatan Merapi Barat telah dilaporkan mencapai kondisi zero stunting, di Desa Lubuk Kepayang, misalnya, mencatatkan nol kasus stunting berdasarkan hasil Rembuk Stunting pada September 2026, namun, upaya pencegahan tetap dilakukan untuk mempertahankan kondisi tersebut.

Data Pemerintah Kabupaten Lahat sebelumnya juga menunjukkan bahwa jumlah kasus stunting di Kecamatan Merapi Barat mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Data 2019–2023 mencatat jumlah penduduk stunting di wilayah tersebut masing-masing 70, 210, 52, 83, dan 34 orang.

Eka mengatakan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, kader Posyandu, TP PKK, serta unsur TNI dan Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Kami terus memberikan pelayanan gizi bagi balita dan pendampingan bagi ibu hamil serta keluarga. Peran kader Posyandu, PKK dan pemerintah kecamatan sangat penting dalam upaya pencegahan stunting,” katanya.

Puskesmas Merapi II bersama lintas sektor akan terus mendorong pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi gizi, dan penguatan pelayanan Posyandu di wilayah Kecamatan Merapi Barat.

Topik:
Penulis: BambangEditor: Redaksi