Scroll untuk baca artikel
Nusantara

Pascagempa Pulau Palue, Kementerian PU Siapkan 2 Sumur Dalam dan 24 Hidran Air Bersih

Admin
×

Pascagempa Pulau Palue, Kementerian PU Siapkan 2 Sumur Dalam dan 24 Hidran Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Pascagempa Pulau Palue, Kementerian PU Siapkan 2 Sumur Dalam dan 24 Hidran Air Bersih
Pascagempa Pulau Palue, Kementerian PU Siapkan 2 Sumur Dalam dan 24 Hidran Air Bersih

MITRAPOL.com, Sikka – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan dua sumur dalam dan 24 unit hidran umum untuk memperkuat akses air bersih bagi masyarakat Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pascagempa Flores pada 15 Agustus 2026.

Pengeboran dua sumur dalam mulai dilaksanakan pada 17 Oktober 2026 melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II. Berdasarkan perkembangan pekerjaan, satu titik sedang dikerjakan, sementara satu titik lainnya masih dalam tahap mobilisasi alat.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur yang rusak, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses terhadap air bersih.

Penyediaan sumur dalam dan hidran umum diharapkan membantu memenuhi kebutuhan air warga selama masa pemulihan sekaligus mendukung ketersediaan sumber air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Selain pengeboran sumur, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) NTT menyiapkan 24 unit hidran umum dengan kapasitas masing-masing 2.300 liter. Perakitan hidran telah dimulai sejak 5 Oktober 2026 untuk mendukung distribusi air bersih sambil menunggu penyelesaian sumur dalam.

Pulau Palue merupakan wilayah kecamatan di Kabupaten Sikka yang terdiri atas delapan desa dan berada di kawasan gunung api aktif Rokatenda. Keterbatasan sumber air alami di wilayah kepulauan tersebut menjadi tantangan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Sumur dalam yang direncanakan memiliki kedalaman rata-rata sekitar 100 meter dengan diameter lebih dari empat inci. Kedalaman pengeboran ditentukan berdasarkan survei geolistrik untuk mengidentifikasi potensi sumber air tanah.

Setiap sumur direncanakan dilengkapi pompa submersible, rumah tenaga listrik, reservoir atau toren berkapasitas lebih dari 1.000 liter, serta hidran umum untuk penampungan dan distribusi air. Debit air yang ditargetkan lebih dari dua liter per detik.

Melalui pembangunan sumur dalam dan penyediaan hidran umum, Kementerian PU berharap akses air bersih masyarakat Pulau Palue dapat meningkat secara bertahap. Keberlanjutan manfaat fasilitas tersebut akan bergantung pada penyelesaian pekerjaan, ketersediaan sumber air, serta pengelolaan dan pemeliharaan sarana setelah beroperasi.