MITRAPOL.com, Tapanuli Selatan – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara melakukan penanganan darurat longsor di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Setelah penanganan awal, arus lalu lintas di ruas Jalan Tarutung–Sipirok kembali dapat dilalui secara terbatas dengan sistem buka tutup satu lajur.
Longsor terjadi pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di ruas Jalan Batas Kabupaten Tapanuli Utara–Sipirok, tepatnya pada STA 3+360. Lokasi tersebut merupakan bagian dari pekerjaan penanganan mendesak tanggap darurat bencana alam jalan dan jembatan ruas Tarutung–Sipirok–Padangsidimpuan (Klaster 1) yang dikerjakan PT Adhi Karya.
Peristiwa tersebut dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Desa Hutaimbaru sejak Selasa (27/10/2026) malam. Kondisi tanah yang melemah mengakibatkan sekitar setengah badan jalan sepanjang 20 meter mengalami amblas dengan kedalaman mencapai empat meter.
Akibat kejadian itu, arus kendaraan dari arah Tarutung menuju Sipirok maupun sebaliknya sempat mengalami kemacetan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa menjaga konektivitas jalan menjadi prioritas dalam penanganan darurat bencana. Menurutnya, akses jalan sangat penting untuk menunjang mobilitas masyarakat, penyaluran bantuan kemanusiaan, serta distribusi logistik.
“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” kata Dody.
Untuk mempercepat pemulihan akses, tim tanggap darurat BBPJN Sumatera Utara diterjunkan ke lokasi. Penanganan awal dilakukan dengan menimbun sisi kiri badan jalan dan menggali tebing guna memperlebar ruang jalan yang dapat dilalui kendaraan.
Dalam pekerjaan tersebut, dikerahkan dua unit excavator, empat unit dump truck, dan satu unit vibro roller.
Upaya penanganan tersebut berhasil mengurai kemacetan. Pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, kendaraan mulai dapat melintas kembali secara terbatas dengan sistem buka tutup satu lajur.
Meski demikian, kondisi jalan belum sepenuhnya pulih sehingga pengguna jalan masih harus mengikuti pengaturan lalu lintas dari petugas di lapangan.
Sebagai penanganan lanjutan, Kementerian PU menyiapkan pemasangan *sheet pile* baja untuk memperkuat area terdampak longsor. Material tersebut dilaporkan sedang dalam perjalanan dari base camp menuju lokasi pekerjaan.
Kementerian PU melalui BBPJN Sumatera Utara terus melakukan penanganan darurat dan menyiapkan pekerjaan lanjutan untuk menjaga fungsi jalan pada koridor Tarutung–Sipirok–Padangsidimpuan.
Pengguna jalan diimbau berhati-hati saat melintasi kawasan longsor, mematuhi arahan petugas, serta mengantisipasi kemungkinan antrean selama sistem buka tutup satu lajur masih diberlakukan.












