MITRAPOL.com, Medan – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan dan menjaga keberagaman sebagai fondasi stabilitas keamanan di Sumatera Utara.
Ajakan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja dan silaturahmi bersama Sultan Deli XIV Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah beserta pengurus Forum Keberagaman Nusantara (FKN) Sumatera Utara di Istana Maimun, Jalan Brigjen Katamso, Medan, Jumat (30/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara kepolisian, tokoh adat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Sumatera Utara.
Sultan Deli XIV yang juga menjabat Ketua FKN Sumut menyambut baik kunjungan tersebut. Ia berharap komunikasi dan kerja sama antara kepolisian dengan berbagai elemen masyarakat semakin erat.
Sultan juga menjelaskan bahwa FKN telah berperan dalam membantu meredam sejumlah persoalan sosial di Kota Medan melalui pendekatan dialog dan komunikasi, termasuk polemik penertiban pedagang daging nonhalal.
Kapolda Sumut mengapresiasi keberadaan FKN yang menghimpun berbagai organisasi kemasyarakatan dan perwakilan etnis dalam satu wadah. Menurutnya, forum tersebut memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi serta menjaga kerukunan masyarakat.
“Keberagaman di Sumatera Utara sudah terjalin dengan baik. Ini harus kita jaga dan rawat bersama dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Kami juga memohon dukungan dan sinergi dari FKN untuk membantu pelaksanaan tugas-tugas kepolisian,” ujar Sonny.
Selain membahas penguatan toleransi, Kapolda Sumut juga menekankan pentingnya pembenahan internal Polri dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia meminta seluruh jajaran kepolisian memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan tidak mempersulit masyarakat.
“Permudah urusan masyarakat, jangan dipersulit. Jadikan profesi Polri sebagai ladang ibadah dan terus lakukan perbaikan dalam memberikan pelayanan,” tegasnya.
Terkait penanganan kasus penembakan yang baru-baru ini terjadi, Sonny menegaskan bahwa setiap anggota yang terbukti melakukan tindak pidana akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.
Ia menyatakan perkembangan penanganan perkara tersebut telah dilaporkan kepada Kapolri dan Presiden. Menurutnya, proses penegakan hukum harus berjalan profesional dan transparan serta bebas dari intervensi pihak mana pun.
Dalam pertemuan itu, Kapolda Sumut juga memaparkan empat program prioritas atau Quick Wins Kapolri, yakni menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, mencegah serta memberantas narkoba, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memberantas kejahatan jalanan, serta membangun budaya tertib berlalu lintas.
Sonny menegaskan bahwa keberhasilan tugas kepolisian membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, sinergi dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan harus terus diperkuat.
Pertemuan yang berlangsung di Istana Maimun tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pengurus FKN Sumut dari berbagai organisasi dan komunitas, antara lain Jamiyah Batak Muslim Indonesia, Walubi, KKSS, Pemuda Marga Silima, HBB, FKUB, serta perwakilan tokoh masyarakat Sumatera Utara.












