MITRAPOL.com, Jakarta — Pemerintah menegaskan bahwa implementasi sistem transaksi tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) masih berada pada tahap awal berupa pra-uji coba (functional test) dan belum memasuki fase uji coba secara luas.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Wilan Oktavian, mengatakan bahwa pengembangan MLFF merupakan bagian dari transformasi besar dalam sistem layanan jalan tol nasional yang dilakukan secara bertahap dan terukur.
“Implementasi MLFF bukan sekadar penerapan teknologi, melainkan transformasi sistem secara menyeluruh. Karena itu, setiap tahapan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan risiko di lapangan,” ujarnya. Kamis (16/4/2026).
Wilan menjelaskan, saat ini pemerintah masih fokus pada tahap pra-uji coba yang mencakup pengujian fungsi sistem guna memastikan kesiapan sebelum masuk ke tahap berikutnya.
“Tahapan ini penting untuk memastikan sistem berjalan optimal sebelum dilakukan uji coba secara lebih luas dan evaluasi menyeluruh,” jelasnya.
Selain kesiapan teknologi, pemerintah juga menyoroti pentingnya kesiapan pengguna dalam mengadopsi sistem baru tersebut. Meski tingkat penggunaan smartphone di masyarakat cukup tinggi, masih terdapat tantangan terkait literasi digital, akses teknologi, serta kepatuhan pengguna.
“Adopsi sistem baru membutuhkan kesiapan perilaku. Sosialisasi dan proses adaptasi harus dilakukan agar masyarakat dapat menggunakan sistem ini dengan baik,” tambahnya.
Di sisi lain, kesiapan ekosistem turut menjadi perhatian utama. Pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan badan usaha pelaksana MLFF serta para pemangku kepentingan terkait, termasuk dalam aspek regulasi, integrasi sistem, keamanan data, hingga dukungan operasional.
Pemerintah menegaskan, keberhasilan implementasi MLFF sangat bergantung pada sinergi antara kesiapan teknologi, pengguna, dan ekosistem pendukung. Oleh karena itu, penerapan sistem ini dilakukan secara bertahap guna memastikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Ke depan, MLFF diharapkan mampu meningkatkan kelancaran lalu lintas, efisiensi waktu perjalanan, serta kualitas layanan jalan tol secara berkelanjutan.












