Nasional

Kementerian PU Percepat Pembangunan Jembatan Kemang Pratama Bekasi, Progres Capai 92,91 Persen

Admin
×

Kementerian PU Percepat Pembangunan Jembatan Kemang Pratama Bekasi, Progres Capai 92,91 Persen

Sebarkan artikel ini
Kementerian PU Percepat Pembangunan Jembatan Kemang Pratama Bekasi
Jembatan Kemang Pratama Bekasi

MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Jembatan Kemang Pratama di Kota Bekasi, Jawa Barat, sebagai upaya memulihkan konektivitas kawasan yang sempat terganggu akibat kerusakan infrastruktur pascabanjir.

Pembangunan kembali jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas strategis antara akses Tol Bekasi Barat dan Tol Jatiasih yang menjadi jalur penting bagi aktivitas warga dan distribusi logistik.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan pembangunan Jembatan Kemang Pratama merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kelancaran konektivitas masyarakat, khususnya di kawasan perkotaan dengan tingkat mobilitas yang tinggi.

“Jembatan ini dibangun untuk memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya operasional kendaraan, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Manfaatnya harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Dody.

Jembatan Kemang Pratama sebelumnya mengalami kerusakan pada bagian abutmen akibat tergerus aliran air saat curah hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut pada Maret 2025. Kerusakan tersebut menyebabkan terganggunya arus lalu lintas di kawasan Bekasi Selatan dan sekitarnya, termasuk akses menuju kawasan permukiman, pusat kegiatan ekonomi, serta jaringan jalan tol.

Meski jembatan tersebut berada dalam pengelolaan Pemerintah Kota Bekasi, penanganan pembangunannya dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat, Kementerian PU. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

Selain memulihkan akses transportasi, keberadaan Jembatan Kemang Pratama juga dinilai strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan. Jembatan tersebut menjadi jalur penting yang menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat aktivitas ekonomi dan akses menuju jalan tol.

Secara teknis, konstruksi jembatan menggunakan struktur steel box girder pada bentang utama sepanjang 78 meter. Sementara struktur bangunan bawah menggunakan pondasi borepile berdiameter 80 sentimeter dengan beton struktur FC’30 untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan konstruksi terhadap tingginya volume lalu lintas perkotaan.

Total panjang penanganan pembangunan mencapai 410 meter dengan lebar jembatan 7 meter. Pekerjaan juga mencakup pembangunan oprit pada kedua sisi jembatan, yakni Oprit A1 sepanjang 20 meter dan Oprit A2 sepanjang 230 meter.

Metode erection steel box girder telah rampung dilaksanakan dan saat ini pekerjaan memasuki tahap penyelesaian akhir, meliputi rigid pavement pada oprit dan jalan pendekat, serta pekerjaan finishing aspal pada bentang utama jembatan.

Pembangunan Jembatan Kemang Pratama dilaksanakan melalui skema Multi Years Contract (MYC) selama 300 hari kalender sejak 31 Oktober 2025 dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026.

Berdasarkan data per 28 Mei 2026, progres pekerjaan MYC telah mencapai 92,91 persen atau melampaui target rencana sebesar 85,96 persen dengan deviasi positif 6,95 persen. Sementara progres pekerjaan tahun anggaran 2026 mencapai 92,06 persen, lebih tinggi dibanding target 84,06 persen dengan deviasi positif sebesar 7,97 persen.

Selama pelaksanaan konstruksi di kawasan padat perkotaan tersebut, BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi, Dinas Perhubungan, Kepolisian, serta masyarakat sekitar guna memastikan kelancaran lalu lintas dan meminimalkan dampak pekerjaan terhadap aktivitas warga.

Untuk mendukung proses konstruksi sekaligus menjaga keamanan pengguna jalan, sejumlah rekayasa lalu lintas telah diterapkan. Di antaranya pengalihan arus kendaraan dari arah Jatiasih dan Galaxy menuju Kemang Pratama melalui Jalan Ki Ijon Bin Beih menuju Simpang PPI, pengaturan akses keluar-masuk Perumahan Kemang Pratama melalui Gerbang Kemang Pratama 3 di Jalan Siliwangi, serta pengalihan kendaraan dari arah Pekayon menuju Galaxy dan Jatiasih melalui Bundaran Kemang Pratama guna mengurangi kepadatan lalu lintas.

Kementerian PU optimistis pembangunan Jembatan Kemang Pratama dapat selesai sesuai target sehingga masyarakat kembali memperoleh akses transportasi yang aman, nyaman, dan efisien, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Bekasi dan sekitarnya.