MITRAPOL.com, Bandar Lampung – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung sekaligus Bunda Literasi Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menegaskan bahwa penguatan budaya literasi merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) II Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Provinsi Lampung yang dirangkaikan dengan Talkshow IKAPI Lampung di Nuwa Baca Zaenal Abidin Pagar Alam, Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Rabu (24/6/2026).
Dalam sambutannya, Purnama Wulan Sari Mirza mengatakan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi fondasi utama kemajuan peradaban serta kunci membentuk masyarakat yang mampu berpikir kritis dan bijaksana di tengah perkembangan zaman.
“Literasi bukan hanya berbicara tentang membaca dan menulis, tetapi merupakan jendela peradaban, fondasi utama kemajuan bangsa, serta kunci membangun masyarakat yang lebih cerdas, kreatif, dan berdaya,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan literasi menjadi kebutuhan utama agar masyarakat mampu memilah informasi, memahami berbagai perkembangan, serta memanfaatkan pengetahuan secara tepat dan bermanfaat.
Ia menekankan bahwa budaya literasi harus terus ditumbuhkan di semua kalangan dan tidak terbatas pada anak-anak maupun generasi muda.
“Literasi bukan hanya untuk anak sekolah, tetapi kita semua sampai kapan pun harus terus belajar dan mengasah kemampuan membaca serta menulis,” katanya.
Apresiasi Peran Penerbit dalam Ekosistem Literasi
Purnama Wulan Sari Mirza juga mengapresiasi kontribusi IKAPI dan para penerbit yang selama ini konsisten memperkuat ekosistem literasi di Provinsi Lampung.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, penerbit, penulis, editor, dunia pendidikan, dan masyarakat dapat menghasilkan karya-karya yang bermanfaat sekaligus memperkenalkan kekayaan daerah kepada khalayak yang lebih luas.
“Pemerintah Provinsi Lampung sangat mendukung dan berterima kasih atas konsistensi rekan-rekan penerbit dalam mengawal kemajuan literasi. Buku-buku yang diterbitkan nantinya tidak hanya dinikmati masyarakat Lampung, tetapi juga menjadi warisan ilmu bagi generasi mendatang,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi inovasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung yang terus mengembangkan perpustakaan sebagai ruang publik yang lebih menarik dan inklusif.
Menurutnya, perpustakaan saat ini tidak lagi hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga berkembang menjadi ruang edukasi sekaligus rekreasi bagi keluarga.
Dorong Literasi Berbasis Budaya Lokal
Dalam kesempatan tersebut, Purnama Wulan Sari Mirza mengungkapkan rencana penerbitan buku kumpulan cerita rakyat dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya daerah sekaligus memperkuat literasi berbasis konten lokal.
“Insya Allah akan diterbitkan buku cerita daerah yang menghimpun 15 cerita rakyat dari kabupaten/kota di Lampung. Ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan literasi berbasis kekayaan budaya daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat IKAPI, Arif Hilman Nugraha, menyampaikan bahwa Musda II IKAPI Lampung merupakan amanat organisasi dalam memperkuat jaringan penerbitan di daerah.
Menurut Arif, Indonesia memiliki potensi besar dalam industri perbukuan. Dengan sekitar 2.800 penerbit, Indonesia menjadi salah satu negara dengan ekosistem penerbitan terbesar di kawasan Asia Tenggara.
“Kalau berbicara pusat keunggulan perbukuan di Asia Tenggara, ada di Indonesia. Kekayaan budaya, bahasa, dan keberagaman daerah menjadi kekuatan besar yang memiliki nilai bagi dunia,” katanya.
Ia mendorong para penerbit di Lampung untuk terus mengangkat konten lokal agar semakin dikenal luas dan berpeluang menembus pasar internasional melalui kerja sama pertukaran hak cipta dan penerjemahan.
Arif juga menilai minat membaca buku di Indonesia mulai menunjukkan tren peningkatan, terutama di kalangan generasi muda. Menurutnya, perpustakaan kembali menjadi ruang yang diminati masyarakat karena buku tetap memiliki peran penting sebagai sumber pengetahuan.
“Buku adalah warisan berharga, ilmu sebagai sumber kebaikan. Literasi bukan sekadar bisa membaca, tetapi bagaimana seseorang mampu memahami dan menggunakan apa yang dibacanya untuk memberikan manfaat,” ujarnya.
Ketua IKAPI Provinsi Lampung, Ikhsanuddin, berharap Musda II IKAPI dapat menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem literasi di Lampung.
Ia juga mengapresiasi perkembangan layanan perpustakaan daerah dan berharap kolaborasi antara IKAPI, pemerintah, dan berbagai pihak dapat mendorong peningkatan indeks literasi masyarakat.
“Harapan kami, program-program seperti pelatihan penulis, editor, penerbit, dan pengelola penerbitan dapat hadir di Lampung sehingga mampu melahirkan kader-kader baru dalam dunia literasi,” katanya.
Kegiatan Musda II IKAPI Lampung kemudian dilanjutkan dengan talkshow bertema “Buku sebagai Warisan Berharga, Ilmu sebagai Sumber Kebaikan”, yang dipandu Koordinator Relima, Natan Yoga Pratama.












