MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Lingkungan Kubang Sepuh, Kota Cilegon, Banten. Rabu (29/7/2026).
Bantuan tersebut disalurkan melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) Kekeringan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau Ciujung Cidurian (C3) sebagai respons terhadap berkurangnya pasokan air bersih akibat musim kemarau.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa ketersediaan air merupakan salah satu fondasi utama pembangunan berkelanjutan dan harus dapat diakses oleh seluruh masyarakat.
“Kita harus memastikan setiap tetes air memberikan manfaat yang optimal. Dan setiap masyarakat harus merasakan manfaat sebesar-besarnya dari pengelolaan sumber daya air,” ujar Dody.
Dalam kegiatan tersebut, Kementerian PU mendistribusikan 5.000 liter air bersih kepada warga di Lingkungan Kubang Sepuh.
Bantuan itu diperuntukkan bagi 88 kepala keluarga (KK) atau sekitar 310 jiwa yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau.
Distribusi air bersih juga didukung oleh Perum Jasa Tirta II yang menyediakan satu unit mobil tangki berkapasitas 7.000 liter, sehingga penyaluran bantuan dapat berjalan lebih optimal.
Ketua RT 04 RW 02 Lingkungan Kubang Sepuh, Jahidi, mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Alhamdulillah Kementerian PU telah membantu masyarakat kami yang sudah lama mengalami kekeringan. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan air bersih ini dan berharap bantuan serupa dapat terus diberikan selama masyarakat masih membutuhkannya,” katanya.
Kementerian PU menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di sejumlah daerah serta melakukan langkah cepat apabila masyarakat membutuhkan bantuan air bersih.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup, produktivitas, dan ketahanan wilayah terhadap dampak perubahan iklim.












