MITRAPOL.com | Jakarta – Ketua DPP Indonesia Association of Micro Small Medium Enterprise (AKUMANDIRI) Bidang Pendidikan, Kelembagaan, dan UMKM, Yunita, menghadiri forum diskusi The Big Idea Forum (TBIF) yang diselenggarakan CNN Indonesia di Studio 2 Gedung Transmedia, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).
Forum bertema “Perempuan Merdeka: Mandiri Menopang Ekonomi Bangsa” itu dipandu oleh jurnalis senior Desi Anwar dan menghadirkan sejumlah narasumber dari pemerintah, dunia usaha, serta organisasi yang membahas peran strategis perempuan dalam memperkuat perekonomian nasional.
Dalam diskusi tersebut mengemuka bahwa perempuan kini memegang peranan penting sebagai penggerak sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain menopang ekonomi keluarga, perempuan dinilai memiliki kontribusi besar dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menegaskan bahwa perempuan harus ditempatkan sebagai aktor utama dalam pembangunan ekonomi. Menurutnya, besarnya kontribusi perempuan di sektor UMKM merupakan modal penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarga.
Meski demikian, berbagai tantangan masih dihadapi pelaku UMKM perempuan, mulai dari keterbatasan akses terhadap peluang usaha hingga hambatan administratif dan struktural yang menghambat pengembangan usaha.
Dalam sesi diskusi, Ketua Umum AKUMANDIRI Hermawati Setyorini menyoroti persoalan yang masih dihadapi banyak pelaku UMKM perempuan, khususnya terkait legalitas usaha, administrasi, pembiayaan, serta implementasi berbagai kebijakan pemerintah di lapangan.
Ia menilai berbagai regulasi yang telah diterbitkan perlu dipastikan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM melalui implementasi yang efektif dan terukur.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri PPPA menekankan pentingnya penyusunan roadmap yang jelas beserta target pelaksanaan agar kebijakan pemerintah dapat berjalan optimal. Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan lebih aktif menghimpun aspirasi pelaku UMKM sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat dipetakan dan diselesaikan secara tepat.
Kehadiran Yunita dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen AKUMANDIRI dalam mendukung penguatan kapasitas pelaku UMKM, khususnya perempuan, melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.
Forum TBIF juga menghasilkan kesamaan pandangan bahwa perempuan perlu memperoleh akses yang lebih luas terhadap layanan publik, pendampingan usaha, pembiayaan, serta berbagai peluang ekonomi agar mampu menjadi pelaku usaha yang mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui sinergi berbagai pihak, perempuan diharapkan semakin mampu menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendorong pembangunan ekonomi nasional.












