MITRAPOL.com | Jakarta – Empat Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Provinsi Sulawesi Selatan resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai bagian dari Tahun Ajaran 2026/2027. Keempat sekolah tersebut berada di Kabupaten Barru, Sidenreng Rappang (Sidrap), Tana Toraja, dan Bone, dengan total melayani 1.508 siswa.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Sekolah Rakyat merupakan program utama untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera, diharapkan mereka mampu meningkatkan kualitas hidup keluarganya sekaligus menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045,” ujar Dody dalam keterangan resmi, Rabu (5/8/2026).
Seiring dimulainya kegiatan belajar mengajar, Kementerian PU terus menyempurnakan sejumlah fasilitas pendukung agar seluruh sarana pendidikan dapat berfungsi optimal.
Di Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Barru, misalnya, pemerintah tengah mempercepat penyelesaian sistem penyediaan air bersih melalui penyambungan jaringan PDAM bekerja sama dengan pemerintah daerah. Selama proses tersebut berlangsung, kebutuhan air bersih tetap dipenuhi menggunakan distribusi mobil tangki sehingga aktivitas MPLS dan pembelajaran tidak terganggu.
Melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis (Satker PS) Provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian PU membangun kawasan Sekolah Rakyat Terintegrasi dengan konsep pendidikan berasrama yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.
Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas jenjang SD, SMP, dan SMA, laboratorium, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, masjid, kantin, dapur beserta instalasi pengolahan limbah, sistem penyediaan air bersih, lapangan olahraga, hingga berbagai sarana penunjang lainnya.
Keempat sekolah yang telah beroperasi saat ini menampung sebanyak 1.508 siswa, terdiri atas:
- Kabupaten Sidrap: 446 siswa
- Kabupaten Barru: 393 siswa
- Kabupaten Tana Toraja: 340 siswa
- Kabupaten Bone: 329 siswa
Memasuki tahun ajaran baru, para siswa mulai mengikuti kegiatan MPLS didampingi orang tua, kepala sekolah, guru, serta wali asuh yang akan membimbing proses pendidikan dan kehidupan berasrama.
Secara keseluruhan, Kementerian PU membangun sembilan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Sulawesi Selatan. Hingga awal Agustus 2026, sebanyak tujuh sekolah telah melaksanakan MPLS, yakni di Kota Makassar, Kabupaten Takalar, Sinjai, Barru, Sidrap, Tana Toraja, dan Bone.
Sementara itu, Sekolah Rakyat di Kabupaten Soppeng dan Wajo dijadwalkan mulai beroperasi pada gelombang berikutnya setelah penyelesaian tahap akhir utilitas pendukung sehingga seluruh fasilitas dapat digunakan secara optimal sejak awal kegiatan belajar.
Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari selesainya konstruksi fisik, tetapi juga dari berfungsinya seluruh infrastruktur dalam mendukung proses pendidikan.
Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang layak, aman, dan berkelanjutan.












