MITRAPOL.com, Jakarta – Persatuan Masyarakat Indonesia (PERMAI) melakukan audiensi dengan Direktorat Organisasi Kemasyarakatan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (24/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan organisasi, perluasan jaringan di daerah, serta peluang kemitraan untuk mendukung masyarakat Indonesia di luar negeri.
Dalam audiensi tersebut, PERMAI diwakili Penasehat Ali Nurdin, Wakil Ketua Zulkaifin, Sekretaris Jenderal Juanita Dorothea Pantow, dan Ketua Bidang Pemuda Emmanuel Eduardo Cahaya.
Sementara dari Direktorat Organisasi Kemasyarakatan Kemendagri hadir Abdul Gafur, S.STP., M.Si., selaku Pj. Tim Kerja Pemberdayaan dan Kemitraan Ormas, bersama Emut Margini, A.Ks., Eko Indriantanto, S.Fil., Muhamad Ali, S.Tr.A.P., dan Dimas Agung Prasetyo, S.H.
Dalam pertemuan tersebut, PERMAI memaparkan sejarah dan kiprah organisasi yang telah berdiri sejak 17 April 1977 di Malaysia.
Organisasi tersebut selama ini memberikan perhatian dan pelayanan kepada masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri.
Kemendagri mengapresiasi kiprah PERMAI serta melihat peluang organisasi untuk berkontribusi lebih luas dalam pelayanan dan pemberdayaan masyarakat Indonesia di luar negeri.
Salah satu pembahasan utama adalah rencana PERMAI memperkuat pusat kegiatan organisasi di Jakarta sekaligus membangun jaringan kepengurusan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Kemendagri menyarankan agar pengembangan jaringan daerah mempertimbangkan wilayah yang menjadi kantong Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat program edukasi, pemberdayaan, pelayanan, dan perlindungan bagi masyarakat Indonesia yang bekerja di luar negeri.
Kemendagri juga membuka peluang untuk mempertemukan kepengurusan PERMAI di daerah dengan pemerintah daerah setempat agar program organisasi dapat dikembangkan melalui kemitraan dan koordinasi.
Audiensi turut membahas peluang kolaborasi antara PERMAI, Kemendagri, dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai program yang berkaitan dengan perlindungan dan pemberdayaan masyarakat Indonesia di luar negeri, khususnya pekerja migran.
Sekretaris Jenderal PERMAI Juanita Dorothea Pantow mengatakan penguatan jaringan organisasi di daerah menjadi salah satu langkah penting agar PERMAI dapat memberikan manfaat secara lebih luas.
Menurutnya, organisasi membutuhkan jaringan yang terstruktur serta komunikasi yang baik dengan pemerintah agar berbagai program dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut audiensi, Kemendagri mengundang perwakilan PERMAI untuk menjadi narasumber dalam kegiatan bersama organisasi kemasyarakatan se-Kota dan Kabupaten Malang.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus 2026 di Kota Malang.
Undangan tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan PERMAI dalam kegiatan yang difasilitasi Kemendagri sekaligus membuka peluang pengembangan kemitraan dengan organisasi kemasyarakatan lainnya.
Ke depan, PERMAI akan memperkuat pusat organisasi di Jakarta, menyusun strategi pengembangan jaringan daerah, serta menyiapkan struktur organisasi secara bertahap.
PERMAI juga akan melanjutkan komunikasi dengan Kemendagri untuk membuka peluang kemitraan dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.
Audiensi berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif. PERMAI berharap komunikasi dengan pemerintah dapat menjadi landasan untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi dalam perlindungan, pemberdayaan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia di dalam maupun luar negeri.











