Info Polri

Insiden Kapal Laut: Sat Pol Airud Polres Ketapang Evakuasi 6 ABK KM Lautan Anugerah, 1 Tewas

Admin
×

Insiden Kapal Laut: Sat Pol Airud Polres Ketapang Evakuasi 6 ABK KM Lautan Anugerah, 1 Tewas

Sebarkan artikel ini
Insiden Kapal Laut: Sat Pol Airud Polres Ketapang Evakuasi 6 ABK KM Lautan Anugerah
Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Ketapang bersama tim gabungan mengevakuasi korban insiden kecelakaan laut di perairan Sungai Pawan

MITRAPOL.com, Ketapang Kalbar — Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Ketapang bersama tim gabungan mengevakuasi korban insiden kecelakaan laut di perairan Sungai Pawan, tepatnya di wilayah Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang.

Tim gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi terdiri dari Basarnas, BPBD, dan TNI AL. Insiden tersebut melibatkan enam orang Anak Buah Kapal (ABK) KM Lautan Anugerah yang dilaporkan mengalami kecelakaan di perairan tersebut.

Dari hasil evakuasi, seluruh korban berhasil ditemukan. Lima orang korban berinisial I, ZC, AA, R, dan Z mengalami luka bakar dan saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. Sementara satu korban lainnya berinisial A dinyatakan meninggal dunia.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris melalui Kasat Polairud AKP Maryono menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan secara cepat sebagai bentuk respons atas kejadian darurat di wilayah perairan.

“Kami bersama tim gabungan bergerak cepat dalam melakukan evakuasi terhadap para korban. Ini merupakan bentuk sinergi dan kesiapsiagaan dalam merespons setiap kejadian di wilayah perairan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan insiden di wilayah hukum Polres Ketapang.

Selain itu, masyarakat, khususnya nelayan dan awak kapal, diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut.

“Kami mengimbau agar selalu memperhatikan faktor keselamatan, menggunakan alat pelindung diri, serta memastikan kondisi kapal dalam keadaan layak sebelum berlayar. Jika terjadi kondisi darurat, segera laporkan kepada pihak berwenang,” tambahnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam aktivitas pelayaran guna mencegah terjadinya insiden serupa di kemudian hari.