Nusantara

Forum Cakar Sriwijaya Gelar Aksi di Kantor FIF Group, Desak Klarifikasi atas Dugaan Insiden dengan Debitur

Admin
×

Forum Cakar Sriwijaya Gelar Aksi di Kantor FIF Group, Desak Klarifikasi atas Dugaan Insiden dengan Debitur

Sebarkan artikel ini
Forum Cakar Sriwijaya Gelar Aksi di Kantor FIF Group
Aksi unjuk rasa Forum Cakar Sriwijaya menggelar di depan kantor FIF Group, Jalan Basuki Rahmat, Palembang, Selasa (12/5/2026).

MITRAPOL.com, Palembang – Sejumlah massa yang tergabung dalam Forum Cakar Sriwijaya menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor FIF Group di Jalan Basuki Rahmat, Palembang, Selasa (12/5/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait dugaan insiden yang melibatkan salah seorang debitur dengan oknum karyawan perusahaan pembiayaan tersebut.

Dalam aksi itu, massa membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar perusahaan memberikan klarifikasi serta menindaklanjuti laporan dugaan tindakan tidak profesional yang disebut dialami salah satu anggota mereka, Muhammad Basith.

Ketua Umum Forum Cakar Sriwijaya, Geri, dalam orasinya meminta manajemen perusahaan segera melakukan evaluasi internal secara terbuka dan transparan.

“Kami meminta perusahaan menindaklanjuti persoalan ini secara profesional agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat,” ujar Geri di hadapan peserta aksi.

Menurutnya, penyelesaian yang cepat dan terbuka diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pembiayaan, khususnya dalam pelayanan kepada konsumen.

Senada dengan itu, sejumlah perwakilan massa lainnya meminta agar proses penanganan laporan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku, sekaligus memastikan hak semua pihak tetap terlindungi.

Forum Cakar Sriwijaya juga menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut hingga terdapat kejelasan penyelesaian, baik melalui jalur internal perusahaan maupun proses hukum apabila diperlukan.

Aksi berlangsung dalam pengamanan aparat kepolisian dan berjalan tertib. Hingga berita ini ditayangkan, pihak FIF Group belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa maupun dugaan insiden yang dipersoalkan.