MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyelesaikan seluruh ruas Jalur Pantai Selatan (Pansela) atau Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, sepanjang 51,56 kilometer. Rampungnya proyek ini memperkuat konektivitas kawasan selatan Pulau Jawa sekaligus membuka akses menuju berbagai destinasi wisata dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Penyelesaian terakhir dilakukan pada ruas Brumbun–Sine yang terdiri atas Lot 1A sepanjang 9,53 kilometer dan Lot 1B sepanjang 3,88 kilometer. Pekerjaan tersebut tuntas pada akhir Mei 2026 setelah sebelumnya menghadapi sejumlah tantangan, termasuk longsor di beberapa titik jalur.
Dengan selesainya ruas tersebut, Kabupaten Tulungagung menjadi daerah kedua di Jawa Timur yang terhubung penuh melalui Jalur Lintas Selatan setelah Kabupaten Pacitan.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan pembangunan Pansela merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan selatan Pulau Jawa.
“Pansela diharapkan menjadi alternatif perjalanan masyarakat untuk mengurangi kepadatan di Jalur Pantura maupun Tol Trans Jawa. Pada saat yang sama, jalan ini juga membuka akses menuju kawasan wisata dan sentra ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Dody.
Jalur Pansela di Tulungagung kini menghubungkan wilayah pesisir selatan dari perbatasan Kabupaten Trenggalek di sisi barat hingga Kabupaten Blitar di sisi timur sepanjang 51,56 kilometer.
Keberadaan infrastruktur tersebut diyakini akan mempermudah akses menuju sejumlah destinasi wisata unggulan di pesisir selatan Jawa Timur, seperti Pantai Sine, Pantai Dlodo, Pantai Gemah, Pantai Brumbun, serta Kedung Tumpang yang dikenal dengan kolam alami di atas tebing karang.
Selain mendukung sektor pariwisata, jalur tersebut juga diharapkan memperlancar distribusi hasil perikanan, perdagangan, serta meningkatkan mobilitas masyarakat di kawasan pesisir selatan.
Secara keseluruhan, koridor Pansela di Jawa Timur membentang sepanjang 628,39 kilometer yang menghubungkan kawasan Panggul, Sendangbiru, Jarit, Puger hingga Glenmore. Jalur ini melintasi berbagai bentang alam khas pesisir selatan, mulai dari perbukitan, tebing karst, hutan tropis hingga panorama Samudra Hindia.
Kementerian PU saat ini terus melanjutkan pembangunan Jalur Pantai Selatan Jawa yang ditargetkan tersambung lebih dari 1.500 kilometer melintasi Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur.
Keberadaan jalur tersebut diharapkan tidak hanya menjadi alternatif selain Jalan Pantai Utara (Pantura) dan Tol Trans Jawa, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, pariwisata, serta kesejahteraan masyarakat di wilayah selatan Pulau Jawa.












