Nusantara

AMKI Sukabumi Raya Audiensi dengan Perumdam Palabuhanratu, Bahas Keluhan Pelanggan dan Rencana Perbaikan Bak Penampungan

Admin
×

AMKI Sukabumi Raya Audiensi dengan Perumdam Palabuhanratu, Bahas Keluhan Pelanggan dan Rencana Perbaikan Bak Penampungan

Sebarkan artikel ini
AMKI Sukabumi Raya Audiensi dengan Perumdam Palabuhanratu
Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Sukabumi Raya menggelar audiensi sekaligus silaturahmi dengan Perumdam Cabang Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi

MITRAPOL.com | Sukabumi, Jawa Barat – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Sukabumi Raya menggelar audiensi sekaligus silaturahmi dengan Perumdam Cabang Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, untuk menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat terkait pelayanan air bersih di Perumahan Tamansari dan Kampung Batusapi, Kecamatan Palabuhanratu. Kamis, (16/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi wadah komunikasi antara organisasi media dan penyelenggara pelayanan publik guna membahas sejumlah persoalan yang disampaikan masyarakat, sekaligus memperkuat penyampaian informasi yang akurat, objektif, dan berimbang.

Ketua AMKI Sukabumi Raya, Sp. Rayrobbend Swr, didampingi Sekretaris Jenderal Abas, diterima langsung oleh Kepala Cabang Perumdam Palabuhanratu, Hj. Ratna Wulandari, bersama Pjs Kaur Administrasi, Yuda Permana.

Dalam dialog yang berlangsung terbuka, kedua belah pihak membahas berbagai persoalan yang dikeluhkan pelanggan, mulai dari kondisi bak penampungan air, kualitas air bersih, distribusi layanan, hingga sistem pelayanan pelanggan.

Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut atas berbagai pengaduan yang diterima AMKI Sukabumi Raya dari Ketua RW 035 Perumahan Tamansari serta warga Kampung Batusapi mengenai pelayanan air bersih.

Sebagai organisasi media, AMKI menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus meminta klarifikasi dari Perumdam agar informasi yang diterima publik tetap berimbang sesuai prinsip jurnalistik dan keterbukaan informasi publik.

Kepala Cabang Perumdam Palabuhanratu, Hj. Ratna Wulandari, mengapresiasi kunjungan AMKI yang dinilai menjadi sarana penyampaian aspirasi masyarakat secara konstruktif.

“Alhamdulillah kami sangat terbantu dengan adanya penyampaian aspirasi seperti ini. Bagi saya sebagai kepala cabang yang bertanggung jawab di sini, masukan dari masyarakat melalui AMKI sangat berarti,” ujarnya.

Salah satu pembahasan utama adalah kondisi bak penampungan air di Perumahan Tamansari yang dikeluhkan warga karena dinilai membutuhkan pemeliharaan lebih menyeluruh.

Keluhan tersebut meliputi kondisi dinding bak yang tampak kusam, bagian dalam penampungan yang terlihat menghitam, tumbuhnya rumput liar di sekitar area, hingga vegetasi pada sebagian atap bangunan.

Menanggapi hal itu, Ratna menjelaskan bahwa usulan rehabilitasi fasilitas tersebut telah diajukan dalam program perbaikan tahun 2026.

“Sudah kami ajukan untuk perbaikan, termasuk pemagaran. Mudah-mudahan segera terealisasi. Untuk pembersihan rumput memang sudah dijadwalkan setiap akhir bulan,” jelasnya.

Selain kondisi bak penampungan, warga juga menyampaikan keluhan mengenai kualitas air yang terkadang berubah setelah distribusi kembali normal pascagangguan pelayanan.

Sebagian pelanggan mengaku air sesekali terlihat keruh atau berwarna putih sehingga menimbulkan kekhawatiran.

Ratna menjelaskan bahwa pengawasan kualitas air dilakukan secara rutin dan menjadi kewenangan tim teknis Perumdam di tingkat pusat.

“Kualitas air selalu diawasi. Kami juga rutin menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui berbagai media. Untuk proses pengolahan air memang menjadi kewenangan tim pusat,” katanya.

Sementara itu, Pjs Kaur Administrasi Perumdam Palabuhanratu, Yuda Permana, menjelaskan bahwa pasokan air ke wilayah Kampung Batusapi berasal dari Sungai Citepus yang diolah sebelum didistribusikan melalui bak penampungan Kiaralawang menuju sejumlah wilayah pelayanan.

Menurutnya, gangguan distribusi umumnya dipengaruhi faktor teknis seperti pemadaman listrik maupun kebocoran jaringan.

Dalam kesempatan tersebut, Perumdam Cabang Palabuhanratu juga memaparkan kondisi pelayanan terkini.

Saat ini jumlah pelanggan tercatat sebanyak 7.192 sambungan, dengan pendapatan rata-rata sekitar Rp1,2 miliar per bulan.

Namun demikian, perusahaan masih menghadapi tantangan berupa tunggakan pembayaran pelanggan yang mencapai sekitar Rp400 juta.

Ratna mengatakan tunggakan tersebut berasal dari berbagai kelompok pelanggan, termasuk sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN). Pihaknya telah berkoordinasi dengan direksi, bagian humas, hingga pemerintah daerah untuk mencari solusi penyelesaiannya.

Terkait tarif air bersih, Yuda menjelaskan bahwa tarif dasar untuk pemakaian 0–10 meter kubik sebesar Rp95.500, sedangkan pemakaian di atas volume tersebut mengikuti ketentuan tarif yang berlaku.

Ia juga mengimbau pelanggan agar segera melaporkan apabila mengalami gangguan distribusi maupun kendala pelayanan lainnya sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.

Ketua AMKI Sukabumi Raya, Sp. Rayrobbend Swr, menegaskan bahwa audiensi tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan membangun komunikasi yang baik antara masyarakat dan penyelenggara pelayanan publik.

Menurutnya, media memiliki peran sebagai jembatan komunikasi agar setiap aspirasi masyarakat dapat tersampaikan secara objektif dan memperoleh tindak lanjut dari pihak terkait.

AMKI berharap dialog yang telah terbangun dapat memperkuat sinergi antara masyarakat dan Perumdam sehingga kualitas pelayanan air bersih di wilayah Palabuhanratu terus meningkat.